Ganjil Genap di DKI Jakarta Diperpanjang
- ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Selain itu, upaya ganjil genap juga telah membuat moda transportasi massal meningkat, utamanya bus transjakarta. "Jadi, kalau kita bandingkan dengan peningkatan kecepatan 20-30 persen, yang ini terjadi penurunan 2-3 persen. Berarti kan, ini lebih untung, karena adanya ganjil genap," ujarnya.
Untuk itu, Kepolisian mengusulkan perluasan ganjil genap dipermanenkan, tetapi tak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan tanggal merah. Namun, bila ada acara besar yang jatuh pada Sabtu-Minggu dan tanggal merah, kebijakan perluasan ganjil genap diminta diterapkan.
"Kalau ada kegiatan internasional yang menggunakan hari libur, saya usulkan ya menggunakan atau dilaksanakan ganjil-genap," ujarnya.
Rekomendasi BPTJ?
Sedangkan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, Bambang Prihartono mengungkapkan, perpanjangan penerapan ganjil genap yang dilakukan di DKI Jakarta hingga akhir tahun ini adalah rekomendasi dari lembaganya.
Menurut dia, banyak faktor mengapa kebijakan ini masih harus dilanjutkan, yaitu dampaknya relatif positif dengan berubahnya pola masyarakat yang beralih ke angkutan umum dan mulai terbiasanya masyarakat bergantian berkendaraan umum dan angkutan umum setiap hari.
Selain itu, kebijakan ini juga sudah mulai dikenal hingga generasi muda hingga anak kecil, sehingga memunculkan kepedulian masyarakat terhadap kondisi lalu lintas Ibu Kota yang sudah sangat mengkhawatirkan.
"Jadi, ini sudah menjadi pola masyarakat sekarang. Ditambah lagi, ganjil genap ini sudah turunkan gas CO2 hingga 28 persen. Sehingga, atas pertimbangan itu BPTJ sarankan kebijakan ini dilanjutkan di DKI Jakarta," kata Bambang kepada VIVA.
Ia menuturkan, dalam penerapan kebijakan ganjil genap perpanjangan ini ada kebijakan khusus yang sengaja dilakukan, yaitu penerapannya tidak dilakukan satu hari penuh. Upaya itu dilakukan untuk mengakomodir pelaku logistik agar tetap bisa beraktivitas.
"Jadi, waktu penerapan full ada yang mengeluh logistik terhambat. Nah, dengan perpanjangan ini kita kasih slot siang hari. Jadi, ini bukan cuma soal kemacetan, tetapi juga mengatasi kendala di masyarakat," tegasnya.
Untuk itu, Bambang menambahkan kebijakan ini dipastikan masih bersifat temporari atau sementara hingga kebijakan yang permanen siap diterapkan di Ibu Kota. Kebijakan inipun darurat dilakukan di Ibu Kota, karena tingkat kemacetan yang semakin parah.