Tersulut Aksi Bakar Bendera

Ilustrasi Hizbut Tahrir Indonesia.
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA – Amarah umat Islam memuncak. Bendera berkalimat tauhid dibakar oleh Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama atau disingkat Banser pada peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-3 di Garut, Jawa Barat. Alasannya, bendera itu milik Hizbut Tahrir Indonesia, organisasi yang dilarang pemerintah.

img_title M Kece Dituntut 10 Tahun Penjara

Majelis Ulama Indonesia meyakini jika yang dibakar itu merupakan bendera berlafaz tauhid dan bukan milik organisasi HTI. Atas dasar ini, umat Islam di beberapa wilayah di Indonesia akan menggelar aksi damai bertajuk 'Aksi Bela Tauhid'.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hari ini, aksi dilakukan di depan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Kamis, 25 Oktober 2018. Massa aksi mengecam keras Banser membakar bendera tauhid di Garut, Jawa Barat, Senin, 22 Oktober 2018.

img_title Marak Kasus Penistaan Agama di Pakistan, Perempuan Muda Divonis Mati

"Kita minta saudaraku Banser untuk segera bertaubat. Bahwa mereka bukan hanya membakar bendera yang berlafazkan tauhid, tetapi memancing amarah umat Islam," kata koordinator aksi, Wahyu Ikhsan.

Peserta aksi bela Tauhid di Banda Aceh, Kamis 25 Oktober 2018.

img_title Ferdinand Hutahaean Tulis Surat Permohonan Maaf dari Penjara

Sementara itu, jika sesuai rencana, aksi akan juga akan dilakukan di Jakarta yang diikuti oleh ribuan orang. Mereka akan berkumpul di kawasan Patung Kuda, Gambir, Jakarta Pusat. Aksi tersebut bakal digelar usai salat Jumat. Massa aksi ini menamakan diri Barisan Nusantara Pembela Tauhid. Polda Metro Jaya bersiap diri.

Sejak adanya pemberitahuan bakal aksi tersebut, mereka bergegas. Namun Kamis sore ini, jumlah personel yang diturunkan belum diumumkan.

"(Jumlah personel pengamanan) sedang disusun. Kita akan amankan kegiatan itu," ucap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di kantornya, Kamis siang.

Argo menjelaskan, massa aksi akan berdemo ke Depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.

Sementara itu, untuk meredam kemarahan umat, Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siroj mengatakan agar warga tidak ikut-ikutan aksi tersebut. Menurutnya, isu sensitif seperti ini akan justru dimanfaatkan segelintir pihak di tengah momentum kontestasi politik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jangan bergandengan tangan berkelompok untuk menghancurkan negara ini untuk hal-hal yang negatif. Itu pesan Alquran," kata dia.

Said menjelaskan sebaiknya masyarakat mengambil hikmah atas terjadinya pembakaran bendera berlafaz tauhid oleh tiga anggota Banser di Garut beberapa waktu lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut