Diksi Kontroversi ala Petahana
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
"Jika pertanyaan tersebut mengganggu dan mengusik ketenangan masyarakat. Tidak ada salahnya meminta maaf," ujar Ujang kepada VIVA, Senin, 12 November 2018.
![]()
Dia menambahkan, ke depan, seharusnya ada aturan yang ditetapkan lembaga penyelenggara pemilu agar pasangan calon yang bersaing bisa bijak menyampaikan ucapannya selama kampanye. Bagi dia, maraknya perang diksi mulai tampang Boyolali, politik genderuwo, sampai budek, buta memperlihatkan kontestasi Pilpres 2019 masih pada level demokrasi rendah.
"Belum memperlihatkan kampanye yang adu ide dan gagasan dan juga adu visi misi serta program-program terbaik," ujar Ujang.
Baca: SBY Serukan Jokowi dan Prabowo Adu Ide Program
Presiden ke-6 RIÂ Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY mengimbau dua pasangan capres dan cawapres yang bersaing mestinya mengedepankan adu gagasan program. SBY menyebut dua pasangan capres-cawapres dan para elite dua tim pemenangan harus bisa memberikan contoh untuk rakyat.
Dia mencontohkan kasus yang bisa ditawarkan dua paslon untuk negara dan rakyat bisa dilakukan di bidang ekonomi, kesejahteraan, hukum, pertahanan dan ketahanan.
"Ketimbang tanpa disadari yang mengemuka (saat ini) adalah dieksploitasinya perbedaan identitas, perbedaan ideologi dan perbedaan paham, itulah seruan moral dari partai Demokrat demi kecintaan bangsa tercinta," kata SBY saat memberi pembekalan kepada seluruh caleg DPR Partai Demokrat di Hotel Sultan Jakarta Selatan, Sabtu 10 November 2018.