Pemilu 2019, Efek Ekor Jas dan Kuburan Parpol
- ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
"Baru kali ini berbarengan. Kalau partai fokus di pileg termasuk Demokrat lebih fokus di pileg, ya itu wajar karena enggak mau almarhum di 2019 nanti," ujar Jansen.
Baca: PSI dan Perindo Tak Masuk Daftar Partai Pengusung Jokowi-Ma'ruf
Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid tak menampik coattail effect memberikan keuntungan partainya. Namun, dalam politik ada koalisi yang mesti jadi prioritas. Menurut dia, Gerindra selalu siap kerjasama membantu ikut promosikan partai koalisi dalam kampanye demi target lolos ke parlemen.
"Kelolosan koalisi pendukung Prabowo jadi prioritas kami. Bila menang, perjuangan di parlemen bisa dilanjutkan kembali bersama kan untuk kelancaran program-program," jelas Sodik.
Nasib Parpol Baru
Hary Tanoe dan lite Partai Perindo
Empat partai baru di Pemilu 2019 diprediksi sulit bersaing untuk lolos ke parlemen. Empat partai yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Garuda.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menilai parpol baru sulit bersaing dengan sistem pemilu serentak. Sejak era Reformasi dengan pemilu belum serentak, parpol baru sudah sulit bersaing.
"Ini apalagi pemilu serentak. Memang jadi tantangan. tapi mengalahkan dan merebut suara parpol lama perlu perjuangan ekstra," ujar Rico.
Baca: Survei Y-Publica Prediksi Perindo dan PSI Lolos ke Parlemen
Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya punya kalkulasi dan hitungan sendiri. Ia menekankan Berkarya tak bergantung dari coattail effect Prabowo Subianto. Fokus di pileg menjadi alasan rasional Berkarya.
"Kami lebih andalkan pada kekuatan mesin partai dan jaringan relawan yang kami bangun sampai bawah. Benar Berkarya fokus pemenangan pileg dan memviralkan #2019gantiDPR," tutur Priyo kepada VIVA, Selasa, 20 November 2018.
Bahkan, Priyo menegaskan Berkarya berani menargetkan bukan hanya sekadar lolos parlemen. Namun, mengincar posisi lima besar di pileg. "Kami berikhtiar untuk bisa masuk menjadi 5 besar di parlemen," ujar eks politikus Golkar itu.
Baca: Golkar: Kami Kuat di Jaringan, Bukan di Survei
Ketum Berkarya Tommy Soeharto dan petinggi Berkarya.
Optimisme juga disuarakan elite Perindo. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo merupakan partai baru yang gencar dalam promosi di media massa.