Pemilu 2019, Efek Ekor Jas dan Kuburan Parpol

Ilustrasi
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

"Baru kali ini berbarengan. Kalau partai fokus di pileg termasuk Demokrat lebih fokus di pileg, ya itu wajar karena enggak mau almarhum di 2019 nanti," ujar Jansen.

img_title Bahlil: Saya yang Usulkan Pilpres 2024 Ditunda Ketika Jadi Menteri Investasi, bukan Jokowi

Baca: PSI dan Perindo Tak Masuk Daftar Partai Pengusung Jokowi-Ma'ruf

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua DPP Gerindra Sodik Mujahid tak menampik coattail effect memberikan keuntungan partainya. Namun, dalam politik ada koalisi yang mesti jadi prioritas. Menurut dia, Gerindra selalu siap kerjasama membantu ikut promosikan partai koalisi dalam kampanye demi target lolos ke parlemen.

img_title Istri Andre Taulany Diduga Pernah Hina Prabowo Sakit Jiwa di Pilpres 2019

"Kelolosan koalisi pendukung Prabowo jadi prioritas kami. Bila menang, perjuangan di parlemen bisa dilanjutkan kembali bersama kan untuk kelancaran program-program," jelas Sodik.

Nasib Parpol Baru

img_title Blak-blakan Eks Caleg PDIP dari Kalimantan Barat Usai Diperiksa KPK Kasus Harun Masiku

Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (kedua kiri) melambaikan tangan saat mendaftarkan partainya ke KPU Pusat di JakartaHary Tanoe dan lite Partai Perindo

Empat partai baru di Pemilu 2019 diprediksi sulit bersaing untuk lolos ke parlemen. Empat partai yaitu Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Persatuan Indonesia (Perindo), dan Partai Garuda.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun menilai parpol baru sulit bersaing dengan sistem pemilu serentak. Sejak era Reformasi dengan pemilu belum serentak, parpol baru sudah sulit bersaing.

"Ini apalagi pemilu serentak. Memang jadi tantangan. tapi mengalahkan dan merebut suara parpol lama perlu perjuangan ekstra," ujar Rico.

Baca: Survei Y-Publica Prediksi Perindo dan PSI Lolos ke Parlemen

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Priyo Budi Santoso mengatakan pihaknya punya kalkulasi dan hitungan sendiri. Ia menekankan Berkarya tak bergantung dari coattail effect Prabowo Subianto. Fokus di pileg menjadi alasan rasional Berkarya.

"Kami lebih andalkan pada kekuatan mesin partai dan jaringan relawan yang kami bangun sampai bawah. Benar Berkarya fokus pemenangan pileg dan memviralkan #2019gantiDPR," tutur Priyo kepada VIVA, Selasa, 20 November 2018.

Bahkan, Priyo menegaskan Berkarya berani menargetkan bukan hanya sekadar lolos parlemen. Namun, mengincar posisi lima besar di pileg. "Kami berikhtiar untuk bisa masuk menjadi 5 besar di parlemen," ujar eks politikus Golkar itu.

Baca: Golkar: Kami Kuat di Jaringan, Bukan di Survei

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto (ketiga kiri)Ketum Berkarya Tommy Soeharto dan petinggi Berkarya.

Optimisme juga disuarakan elite Perindo. Partai besutan Hary Tanoesoedibjo merupakan partai baru yang gencar dalam promosi di media massa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut