Geliat Ekonomi Kreatif Dunia
- ANTARA FOTO/Ayu Restika Sari
Saya pikir, secara global, adanya urgensi untuk mengembangkan industri kreatif dan ekonomi kreatif karena negara-negara di Barat sudah melewati semacam penolakan industri. Sehingga banyak kota yang mengalami transisi dari manufaktur tradisional menjadi high value added industry. Jadi bisa dikatakan bahwa industri kreatif hampir seperti sebuah destinasi untuk sebagian besar negara maju.
Namun, ketika kita melihat negara-negara berkembang, mereka selalu ingin mengejar negara-negara maju seperti Inggris, Amerika Serikat dan negara lain yang telah maju secara ekonomi. Mereka juga ingin memproduksi value added products untuk pasar ekonomi mereka.
Kemudian Anda punya skenario bahwa negara-negara maju di Barat, mereka memiliki kebijakan-kebijakan besar terkait industri kreatif dan mereka menjual identitas budaya mereka. Seperti Inggris. Anda tahu ketika melihat British Council, yang mana merupakan lembaga asing untuk pemerintah Inggris. Mereka sangat kuat dalam hal menjual dan mengirim ahli-ahli industri kreatif mereka ke negara-negara lain.
Nah, bicara negara-negara berkembang, saya harus mengatakan China tidak betul-betul dilihat sebagai negara berkembang, tapi China punya perilaku kuat dalam meng-copy ide industri kreatif, namun sekarang mereka sudah menemukan modelnya sendiri.
Jadi China memiliki model ekonomi kreatif yang unik dan sangat berbasis Asia. Kemudian Korea punya model ekonomi kreatif yang berfokus pada K-Pop dan media digital. Lalu Jepang secara tradisional sangat berfokus pada animasi, tema dan kerajinan tradisional.
Jadi saya pikir, secara global, ekonomi kreatif bukan hanya tentang satu negara yang tertarik dengan suatu ide. Melainkan, ekonomi kreatif adalah tujuan bagi seluruh negara. Ketika ekonomi terlalu bergantung pada banyak pabrik, langkah selanjutnya adalah mengembangkan budaya dan membangun kapasitas di sekitar budaya dan kreativitas.
Ekonomi kreatif juga dipandang sebagai cara untuk meningkatkan kualitas buruh yang punya keterampilan. Karena Anda tidak mau masyarakat Anda bekerja dan digaji 10 sen per hari. Mereka hanya akan menjadi orang yang berpendidikan tanpa kapabilitas budaya konsumsi.
Dari perspektif pemerintah suatu negara, yang ingin dicapai dengan adanya kebijakan adalah agar adanya konsumen individual di dalam masyarakat Anda, untuk bisa memilki kapasitas, memahami budaya dan mengonsumsi budaya, sehingga menjadi konsumen budaya yang kompeten. Namun, Anda juga ingin mereka berpartisipasi dalam industri kreatif. Jadi mereka perlu memiliki kreativitas agar bisa menghasilkan budaya.