Denda E-Tilang Diutang, Blokir Mengadang

Sejumlah anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Pusat saat melakukan sosialisasi tilang elektronik kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor di persimpangan Bundaran Patung Kuda, Jakarta
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Berikutnya, Pencabutan Listrik>>>

img_title ETLE Diklaim Bakal Makin Canggih Pakai Drone dan Alat 3D

Pencabutan Listrik

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Polisi, Ari Dono Sukmanto mengusulkan, agar sanksi bagi para pengendara tidak hanya sebatas denda. Pelanggar atau pemilik STNK yang tidak membayar tilang, dapat diberikan peringatan seperti pencabutan listrik atau air.

img_title Polisi Pakai ETLE Handheld, Segini Besaran Denda Tilangnya

Pantauan CCTV uji coba tilang elektronik di Jakarta, Senin, 1 Oktober 2018.

Ari mengakui, agak repot harus mengonfirmasi pemilik kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas. Untuk itu, dia mengusulkan, penyesuaian regulasi, di mana memungkinkan pemilik kendaraan yang tidak balik nama bertanggung jawab, dengan mendapat sanksi.

img_title Mudik 2026 Diawasi dari Langit, ETLE Udara Siap Kirim Tilang Elektronik

Pelanggaran terbanyak, menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf, berada di kawasan persimpangan Sarinah. Sementara itu, jumlah pelanggar di persimpangan Patung Kuda, lebih sedikit. Hal tersebut diduga, karena sosialisasi yang dilakukan polisi lebih dulu di kawasan itu ketimbang di Sarinah.

Rencananya, lokasi pemantauan tak cuma di persimpangan Sarinah dan Patung Kuda. Ada 40 titik lain yang menjadi target pemantauan sistem tilang elektronik ini, dengan 81 kamera pemantau. 

Untuk mendukung tilang elektronik, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bakal mengintegrasikan cctv Polda Metro Jaya, dengan milik pemerintah daerah. Pemprov DKI juga akan memberikan dana hibah untuk pengadaan 55 unit cctv. 

“Bukan kami yang mengadakan, DKI hanya memberikan dukungan melalui dana hibah,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Widjatmoko, saat dihubungi lewat telepon, Senin 3 Desember 2018.

Kamera pengawas atau Closed Circuit Television (CCTV) terpasang di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta

Agar sistem tilang elektronik lebih efektif, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi, Syafruddin menyebutkan, perlu ada penambahan ratusan ribu cctv di Ibu Kota.

"Mungkin, kira-kira 800 ribuan CCTV. Kalau kita bandingkan dengan kota-kota besar Beijing dan Tokyo," ujar Syafruddin di Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Selanjutnya, Sistem e-Tilang>>>

Sistem e-Tilang

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tilang elektronik di Ibu Kota memakai kamera pemantau atau cctv. Kamera tersebut bisa menangkap kejadian di jalan, termasuk kecelakaan, dalam jarak sejauh 10 meter. Saat ini, baru
empat kamera asal Tiongkok, dipasang di persimpangan Sarinah dan Patung Kuda.

“Jadi, nanti kamera INPR akan mendeteksi secara otomatis dan untuk menjadi alat bukti, ketika di pengadilan," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Yusuf.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut