Setengah Hati Pembatasan WhatsApp

Ilustrasi pengguna WhatsApp
Sumber :
  • Instagram/@maurovianzedc7

Doni meminta publik melihat kasus pidana yang terjadi dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Sudah banyak kasus orang terjerat undang-undang tersebut, namun masih saja orang tak kapok bermain-main dengan informasi elektronik. Untuk itu menurutnya, sumber hoax salah satunya adalah mental pengguna. 

img_title Sering WhatsApp-an dengan Keluarga? Ini 10 HP yang Cocok untuk ART dengan Harga Rp1 Jutaan

"Kunci utama ya orangnya, masih banyak juga yang menyebarkan hoax dan konten negatif," katanya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, Doni mengatakan, efek pembatasan pesan terusan itu jangan lupa berdampak bagi pebisnis daring yang berjualan lewat WhatsApp. Mereka akan terkendala tidak leluasa lagi menyebarkan pesan promosi mereka. 

img_title Penipuan WhatsApp Makin Beragam, Ini Tanda-tanda Pesan yang Sebaiknya Tidak Anda Percayai

Terlepas dari kritik dan respons reaktif yang muncul, WhatsApp menegaskan bakal mengevaluasi uji coba pembatasan pesan terusan dengan hati-hati dan mendengarkan umpan balik dari pengguna dalam enam bulan ini. 

"Kami akan terus mendengarkan umpan balik dari pengguna mengenai pengalaman mereka, dan seiring berjalannya waktu, mencari cara baru untuk menangani konten viral," kata WhatsApp dalam keterangannya. 

img_title 3 HP Murah untuk Pedagang Online: Andal untuk WhatsApp, QRIS, dan Marketplace

Sedangkan Anita berharap, pembatasan pesan terusan WhatsApp bisa membentuk kebiasaan baru di masyarakat untuk tidak terburu-buru meneruskan pesan tanpa memverifikasi terlebih dahulu. (hd) 

Ilustrasi bisnis

Bisnis Makin Dekat dengan Pelanggan Lewat Video Call WhatsApp, Apa Saja Manfaatnya?

Sebetulnya pemakaian layanan video call ini Tak terbatas hanya pada penanganan keluhan saja. Pemakaiannya bisa dipertimbangkan untuk layanan lain seperti pembelian produk

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut