Waspada Cuaca Ekstrem di Penghujung Musim
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
Empat desa tersebut yakni Desa Rantau Kermas, Desa Lubuk Mentilin, Desa Tanjung Kasri dan Desa Renah Kemumu. Warga mulai kesulitan keluar masuk antardesa, akibat beberapa titik jalannya longsor.
Belum ada laporan berapa jumlah korban terdampak dan kerugian yang dialami dalam peristiwa ini. Namun, dari keterangan saksi mata yang juga warga setempat, sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa, hanya akses jalan yang terputus membuat roda ekonomi masyarakat lumpuh.
Laporan lain menyebutkan, banjir bandang di Merangin ini merusak 10 hektare lahan persawahan karena tertimbun material pasir dan bebatuan. Tanah longsor juga memutus pipa air bersih yang mengalirkan pasokan air bersih warga ke empat desa terdampak.
Di akhir pekan lalu, banjir menggenangi empat kecamatan dan 1.874 hektare sawah di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Laporan BPBD setempat per Selasa, 19 Maret 2019, jumlah pengungsi akibat banjir berkurang seiring banjir yang mulai surut. Semula, ada 1.568 jiwa kini tersisa 568 orang yang masih berada di lokasi pengungsian.
Fenomena curah hujan ekstrem ini terjadi di tengah prediksi periode bulan Maret mulai memasuki periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, sehingga potensi hujan cukup rendah terutama di wilayah Pantai Timur Sumatera, utamanya wilayah Riau dan sekitarnya.
Sementara itu, terkait awal musim kemarau 2019, BMKG menyampaikan bahwa datangnya musim kemarau berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia).
Peralihan peredaran angin monsun itu akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu wilayah Bali dan Jawa pada April 2019, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2019 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2019.
![]()
Curah Hujan Ekstrem
Tak dipungkiri, curah hujan yang tinggi dengan intensitas yang lama menjadi penyebab terjadinya banjir dan pemicu tanah longsor di beberapa daerah terdampak. Dalam kasus tertentu, curah hujan yang tinggi dengan durasi yang lama juga berakibat pada banjir bandang, seperti yang terjadi di Sentani, Jayapura.
Kepala BMKG Dwikorita Kurniawati mengatakan cuaca ekstrem menjadi penyebab banjir dan tanah longsor di Yogyakarata. Cuaca ekstrem ini dipicu siklon tropis Savannah berdampak pada ketersediaan uap air yang melimpah terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Jawa.