Waspada Cuaca Ekstrem di Penghujung Musim
- ANTARA FOTO/Zabur Karuru
"Status tanggap darurat diambil untuk memudahkan pemerintah dalam menangani para korban yang saat ini mengungsi di posko-posko pengungsian," kata Sutopo di kantor BNPB, Jakarta Pusat, Senin 18 Maret 2019.
![]()
Ia menambahkan, BNPB bersama tim gabungan yang terdiri atas Pemerintah Daerah Jayapura, TNI, Polri, dan relawan sudah mendirikan Pos Komando di Kantor Bupati Jayapura untuk membantu para pengungsi dan melayani korban luka dengan membuat pos medis serta dapur umum.
"Pelayanan medis telah didukung kembali oleh operasional rumah sakit yang telah berfungsi kembali, seperti RSUD Yowaris, sedangkan RS Dian Harapan, RS Bhayangkara, RS Abepura dan RS Aryoko difungsikan sebagai rumah sakit rujukan," ujarnya.
Selain itu, lanjut Sutopo, pemerintah daerah setempat bersama dinas terkait, TNI, dan Polri juga terus melakukan upaya pemulihan dini seperti pembersihan kayu gelondongan, bebatuan, puing-puing dan material lain dengan alat berat. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat semua akses ke daerah terdampak dapat ditembus untuk menyalurkan bantuan," dia menambahkan.
Setali tiga uang, Bupati Bantul, Suharsono juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan tanah longsor terjadi di 15 kecamatan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Status tanggap darurat bencana ini ditetapkan sejak Senin, 18 Maret 2019.
Penetapan status tanggap darurat ini akan diberlakukan selama satu pekan ke depan. Jumlah hari status tanggap darurat bencana ini bisa bertambah sesuai dengan kondisi.
"Seminggu paling ndak (penetapan status tanggap darurat bencana di Bantul). Kalau perlu kita enggak perlu batas waktu. Pokoknya kita kerja keras sampai malam enggak masalah," ujar Suharsono saat mengunjungi lokasi bencana longsor di Imogiri, Senin, 18 Maret 2019.
Pemkab Bantul, lanjut Suharsono, bertanggung jawab untuk membantu kondisi psikologis dan logistik warga Bantul yang terdampak bencana. Penetapan tanggap darurat bencana ini merupakan salah satu alternatif untuk merampungkan dampak yang timbul usai bencana.
"Kalau logistik jelas kita bantu. Untuk anggarannya nanti butuhnya berapa dihitung. Kan ada dana taktis untuk membantu saat bencana seperti ini," kata Suharsono.
Seperti diketahui, banjir dan longsor di Bantul ini tak hanya merusak pemukiman dan infrastruktur sosial, tapi juga tanah longsor terjadi di tebing kawasan makam raja-raja Mataram di Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul.