Serba-serbi Pemilu
- ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
VIVA – Tahapan pemungutan suara Pemilu 2019 sudah digelar Rabu kemarin, 17 April 2019. Pesta demokrasi lima tahunan ini menggelar serentak antara pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) dan memilih wakil rakyat di lembaga legislatif yaitu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.
Dengan jumlah daftar pemilih tetap atau DPT melebihi 190 juta yang tersebar di 810.193 Tempat Pemungutan Suara (TPS), menjadikan Pemilu 2019 sebagai pesta demokrasi terbesar yang pernah diselenggarakan. Tak mudah menggelar pilpres dan pileg secara serentak untuk kali pertama dengan kondisi geografis seperti Indonesia. Belum lagi caranya yang masih manual dalam tahapan pemungutan suara seperti pencoblosan sampai distribusi surat suara.
"Terlepas dari ada kekurangan ya Pemilu 2019 ini diakui punya keruwetan luar biasa. Pilpres dan pileg digelar bareng dengan DPT lebih 190 juta di 34 provinsi untuk pertama kalinya," kata Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi atau Perludem, Titi Anggraini, Rabu, 17 April 2019.
Namun, banyak momen menarik dalam pemilu kali ini. Salah satunya tingkat partisipasi masyarakat yang diprediksi meningkat dengan merujuk antrean di berbagai tempat pemungutan suara atau TPS. Masyarakat pemilih terlihat rela antre sejak pagi demi ingin menyampaikan hak pilih mereka.
Baca: Pencoblosan di LN Berantakan, KPU Dikritik Harus Ekstra Profesional
Antusiasme masyarakat ini juga terlihat dari kreativitas masyarakat pemilih dalam mendesain TPS agar lebih semarak. Beragam budaya daerah ditampilkan untuk menghiasi TPS demi menarik perhatian masyarakat pemilih. Pemilu serentak 2019 dinilai berjalan aman meski terdapat banyak catatan yang harus dievaluasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Imbauan agar tak golput di Pemilu 2019 diklaim berhasil melihat antusiasme masyarakat pemilih, meski hal ini masih bisa diperdebatkan. Ketua Fraksi PKS di DPR Jazuli Juwaini mengatakan pemilu adalah hajatan demokrasi penentu nasib bangsa dalam lima tahun ke depan. Masyarakat pemilih sudah paham dengan tanggungjawab konstitusionalnya.
"Semoga benar tingkat partisipasi masyarakat meningkat. Bila benar, imbauan golput berhasil dan masyarakat pemilih sudah sadar akan tanggungjawab konstitusionalnya," tutur Jazuli.
Baca: Praktisi IT Geregetan dengan Server KPU