Sakit Jiwa Efek Pemilu
- VIVAnews/Tri Saputro
Selanjutnya, faktor pemicu munculnya PESD
Faktor Pemicu
Ari menjelaskan, beberapa caleg telah melakukan berbagai cara rasional hingga tak masuk akal supaya bisa duduk di kursi legislatif. Ada yang memilih keluar dari pekerjaannya karena merasa memiliki peluang besar menjadi anggota dewan hingga mengeluarkan dana besar selama kampanye.
"Dana besar yang dikeluarkan selama kampanye merupakan salah satu faktor stres tersendiri," kata dia.
Ekonomi menjadi faktor utama pencetus caleg gagal menjadi stres hingga gangguan jiwa atau sakit mental. Apalagi jika modal yang digunakan berasal dari pinjaman, dengan jaminan aset miliknya. Padahal aset-aset tersebut akan disita jika tak bisa mengembalikan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kekecewaan dan stres cukup berat, belum lagi jika rumah tangga berantakan karena masalah tersebut.
Senada dengannya, Ketua Program Studi Terapan Fakultas Psikologi UI Dr. Rose Mini Agoes Salim, M.Psi mengatakan, gangguan jiwa yang menyerang caleg gagal dipicu kekecewaan dan harapan yang luar biasa.
"Kalau orang ikut caleg, pengorbanannya macam-macam, termasuk dana besar sekali," ujar Rose, saat dihubungi VIVA.
Dia menjelaskan, para caleg kadang mengeluarkan semua cadangan dana yang dimiliki, sehingga seluruh harapan bertumpu pada peluang tersebut. Sayangnya, mereka alpa mempertimbangkan risiko yang bakal terjadi. Nah, harapan yang begitu besar membuat seorang mencurahkan energinya sehingga ketika gagal, tak punya jalan keluar.
"Itu bisa berujung pada depresi karena dia sudah malu secara sosial, sudah menggaungkan, sudah pasang baliho. Karena mengalami tekanan yang luar biasa dan tidak ada yang memberikan support, ini bisa berdampak depresi," katanya.
Menurut Rose, caleg gagal yang paling rentan mengalami stres hingga gangguan jiwa adalah mereka yang cara berpikirnya sangat reaktif. Sementara bagi caleg dengan pemikiran matang dan tak 'ngoyo' atau nafsu menjadi anggota legislatif tidak akan mengalaminya.
![]()
Hal yang sama juga bisa terjadi kepada para pendukungnya yang kecewa. Karena berdasarkan pengamatannya, ada beberapa pendukung yang justru lebih garang dibanding calon yang didukungnya. Itu karena usaha mereka untuk memenangkan calon yang didukung cukup besar. Apalagi jika dia tak menggunakan nalarnya, seperti mengeluarkan dana sendiri untuk memenangkan calon yang didukung, sehingga jika calonnya gagal maka kecewanya pun sangat dalam hingga bisa berujung gangguan mental.