Sakit Jiwa Efek Pemilu
- VIVAnews/Tri Saputro
Sementara itu, Ari menambahkan, stres dan gangguan jiwa akibat gagal dalam pemilu bisa dihindari, asalkan caleg pasrah, siap menang, apalagi kalah. Tetap dekat dengan Tuhan dan siap legowo, menanggung dampak kekalahan seperti rasa malu.
Di samping itu, tetap hidup sehat dengan rutin berolahraga, menghindari rokok, alkohol, dan suplemen yang justru bisa memperburuk kondisi kesehatan. Keluarga juga harus tetap mendukung karena mereka punya peran penting dalam pemulihan jiwa caleg gagal dalam pemilu.
"Keluarga harus selalu mendampingi dan memberi semangat bagi caleg yang gagal karena kesempatan untuk menjadi caleg memang kecil," ucap Ari.
![]()
Selain keluarga, para dokter harus memahami berbagai kondisi terkait gangguan jiwa dan stres. Karena selain pemulihan fisik, mereka juga harus memperhatikan psikologis pasien akibat dampak pemilu.
Seia sekata dengannya, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementerian Kesehatan RI, dr. Fidiansjah mengatakan, kesiapan caleg menerima kenyataan karena tidak sesuai yang diharapkan harus bisa dilakukan. Karena itu, ketika caleg mengatakan ingin menjadi caleg maka harus ada surat keterangan kesehatan termasuk kejiwaan.
Menariknya, dia menganggap stres pasca-pemilu sebagai sebuah kejadian yang tidak biasa atau dianalogikan seperti bencana alam yang tidak dapat diprediksi. Artinya, kejadian tidak lazim termasuk stres pasca-pemilu sama dengan stres pasca-bencana.
"Ini sebuah situasi yang diketahui banyak pihak sebagai sesuatu seperti kejadian yang tidak biasa atau bencana. Proses ini (pemilu) adalah proses persaingan dan gangguan jiwa itu bisa terjadi dari ringan sampai tingkat berat,” tuturnya.
Untuk menangani masalah tersebut, Kementerian Kesehatan sudah memberikan arahan semua rumah sakit agar siap melayani pasien yang mengalami masalah kejiwaan pasca-pemilu. Selain rumah sakit jiwa, pihaknya juga mengimbau kepada rumah sakit umum, puskesmas dan institusi pelayanan kesehatan lainnya untuk melakukan penyesuaian menghadapi kejadian tak biasa tersebut.
Sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) telah menyatakan kesiapannya menerima caleg stres atau depresi karena gagal menjadi anggota dewan dalam Pemilu 2019, di antaranya RSUD Depok dan RSUD Dr R Koesma Tuban, Jawa Timur. Sementara sesuai regulasi yang berlaku, BPJS Kesehatan bakal menanggung pengobatan dan pendampingan para caleg peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yang mengalami depresi ringan hingga berat sampai gangguan jiwa pasca-pemilu.