Marhaban ya Ramadan, Puasa dan Kesehatan

Ilustrasi Medical Check Up
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – Ramadan adalah bulan yang paling dinanti umat muslim. Bulan ini merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan. Semua umat muslim yang sehat dan sudah akil balik diwajibkan berpuasa sebulan penuh. 

img_title Paxel Catat Pengiriman Lebaran 2026 Tak Hanya Didominasi Barang Makanan

Dalam ajaran Islam, berpuasa merupakan salah satu ibadah menahan rasa haus, lapar dan hawa nafsu sejak waktu subuh hingga magrib. Ibadah berpuasa juga dipercaya tak hanya membawa kebaikan terhadap aspek rohani tetapi juga jasmani. Bahkan diriwayatkan oleh Ibnu Suny dan Abu Nu'aim, dengan berpuasa, akan diperoleh juga manfaat sehat secara sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cukup banyak penelitian yang dilakukan soal manfaat puasa. Dari sisi medis pun berpuasa juga diyakini membawa dampak positif.

img_title Usai Ramadan, Orang Indonesia Makin Selektif dalam Berbelanja

Ilustrasi berbuka puasa.

Konsultan Saluran Pencernaan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof. DR. dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, mengatakan bahwa faktanya berpuasa berdampak bagi sistem kerja tubuh selama mencerna makanan, namun itu terjadi selama puasa memang dijalankan dengan benar.

img_title Kredivo 'Nyayur' selama Ramadan hingga Lebaran

"Puasa akan bermanfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan benar. Tujuannya secara umum menahan lapar dan haus. Puasa yang benar itu mengurangi makan dari yang biasa 3 kali jadi hanya 2 kali," ujarnya beberapa waktu lalu.

Proses ini lebih lanjut dikatakannya banyak dilakukan salah kaprah. Yang ada selama ini masyarakat justru makan lebih banyak, sehingga tidak mendapatkan manfaat sehatnya.

"Banyak juga masyarakat yang tak dapat hikmah puasa, karena konsumsi yang berlebihan. Karenanya terjadilah misalnya peningkatan berat badan hingga meningkatnya kolesterol, hingga hipertensi," ujarnya.

Manfaat Puasa

Bicara soal manfaat puasa bagi tubuh, seorang peneliti asal Jepang, Profesor Yoshinori Ohsumi membuktikan secara ilmiah bahwa puasa dapat membawa dampak baik bagi kesehatan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peraih nobel di bidang Ilmu Fisiologi atau Kedokteran yang menerima penghargaan pada 3 November 2016 ini menemukan bahwa puasa berkaitan erat dengan autophagy. Dilansir laman Medium.com, autophagy merupakan istilah Yunani yang berarti 'memakan diri sendiri'. Secara ilmiah, autophagy dikenal sebagai kemampuan sel dalam tubuh untuk memakan atau menghancurkan komponen tertentu di dalam sel itu sendiri.

Melalui penelitiannya, Ohsumi menemukan bahwa autophagy memegang peran besar dalam tubuh. Mekanisme ini berperan besar dalam mengontrol fungsi-fungsi fisiologis penting di mana komponen sel perlu didegradasi dan didaur ulang.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut