Tajir Lewat Hijab

Koleksi Vanilla Hijab
Sumber :
  • Instagram Vanilla Hijab

Lewat brand 'Vanilla Hijab', keduanya berhasil menyita perhatian publik, khususnya kaum hawa. Saat kemunculan perdananya pada 2013, karya-karya hijabnya selalu laris manis.

img_title Wajib Tahu! Niat Mandi Sunnah Idul Fitri dan Tata Caranya

Tetapi, di balik suksesnya saat ini, Atina mengaku mengalami jatuh bangun untuk mewujudkan mimpinya sebagai pebisnis muda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

img_title Akhir Ramadhan Tiba! Ini Jadwal Buka Puasa Jumat 20 Maret 2026 untuk Jakarta

Ketika itu, usianya masih 18 tahun, Atina tak ingin menyianyiakan waktu luangnya. Dia akhirnya memutuskan berbisnis di media online. Diakuinya, ia merupakan pecinta aktivitas belanja online. Dari situ, dia mulai melihat bahwa semakin hari bisnis penjualan hijab secara online makin menjamur. Inilah yang menimbulkan keinginan Atina mengikuti para pendahulunya.

Atina, yang ketika itu berkuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Teknik Perminyakan, harus pindah ke Manajemen Bisnis PPM School of Management Jakarta, karena sakit yang ia derita.

img_title Dari Dini Hari hingga Magrib, Kisah Haru Ibu-ibu Siapkan Ribuan Hidangan Buka Puasa

Tak ingin membebankan orangtuanya, Atina memutar otak untuk bisa membayar uang kuliah. Dari sini pula, ia mulai menjalani bisnis hijab pertama kali.

Tanpa malu, Atina rela mendatangi beberapa toko hijab di pusat perbelanjaan di Jakarta untuk sekadar foto.

"Ya, dulu aku sering pinjam kain yang dijual di toko kain, terus aku foto. Aku bilang sama yang jaga, kainnya 'Mba saya tidak beli, hanya foto. Nanti kalau ada yang minat, saya akan kembali untuk membeli kain ini," kenang Atina, saat berbincang dengan VIVA di pagelaran Vanilla Hijab Annual Show 2019 'Menyapa Senja', Kamis lalu, 2 Mei 2019.  

"Setelah aku foto, aku unggah di Instagram, dan kalau ada yang minat beli dan aku buat pesanan hijabnya. Aku kembali lagi ke toko yang menjual kain tersebut.  Alhamdulillah, aku ketemu dengan orang-orang yang sangat baik," sambungnya.

Bermodal pas-pasan, hijab buatannya perlahan diterima masyarakat. Pada saat itu, hijab-hijab awal buatannya diproduksi oleh tukang jahit keliling yang kerap mangkal di depan rumahnya. Sempat tidak mendapat restu berbisnis hijab dari keluarga, tetapi perlahan, bisnis yang dijalaninya berbuah sukses.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya, orangtuaku sempat menentang berbisnis hijab ini. Karena kan, aku sarjana, kenapa kok jadinya jualan," kata Atina.

Diakuinya, sang ayah sempat kecewa. Karena awalnya, Atina justru sangat memimpikan melanjutkan studi dengan jurusan perminyakan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut