Tajir Lewat Hijab
- Instagram Vanilla Hijab
Tak ada cara khusus yang ditawarkan Atina, agar seluruh produksi hijabnya laris manis di pasaran. Atina hanya meminta kepada pemula yang ingin berbisnis hijab, untuk tidak menjual dengan harga yang tinggi.
"Karena sekarang persaingan sudah banyak sekali, apalagi Indonesia orang-orangnya khususnya perempuan sensitive price. Jadi, kalau kita pemain baru, harga itu nyasarnya ke size B dan C saja dulu, kecuali kalau kita desainer."
Dia melanjutkan, jika sudah terkenal, barulah masuk dengan harga jual kelas A dan A plus. Ia pun yakin, rezeki sudah diatur. Tugasnya sebagai manusia, berikhtiar dan berdoa. "Kalau berdoa dan ikhtiar sudah semampu kita, bagaimananya kita melobi menciptakan rezeki itu dari yang di Atas (Allah)," tuturnya.
Mimpi Punya Brand Kelas Internasional
Selain Atina dan Intan, ada lagi pengusaha muda bisnis hijab yang juga mendulang sukses dan meraup banyak untung dari bisnis yang dijalaninya. Dialah Linda Anggrea, Owner Buttonscarves.
Tiga setengah tahun yang lalu, awal mula cerita bisnisnya dimulai. Saat itu, Linda baru saja memantapkan hati untuk berhijab. Di awal berhijab, dia mengaku sering kesulitan menemukan produk dan brand hijab yang cocok dangan seleranya. Kebetulan, Linda termasuk orang yang suka memproduksi berbagai dan akhirnya dia pun tertarik untuk membuat sendiri hijab.
Linda pun senang, hijab karyanya banyak dipuji. Bahkan ada juga yang penasaran, di mana dia membelinya. Dari situ, Linda termotivasi untuk melakukan sesuatu dan menciptakan brand hijab sendiri.
"Akhirnya, aku mikir do something dan bikinlah si Buttonscarves ini. Dan, aku juga mikir mau bikin satu brand yang enggak ecek-ecek," katanya.
Saat memulai bisnis, wanita usia 28 tahun lulusan manajemen keuangan ini juga tidak ingin sembarang mendesain. Meskipun tak memiliki latar belakang pendidikan di dunia fesyen, dia membuat inovasi menggunakan Laser Cut sebagai hem dari kerudungnya. Merasa beda dari yang lain, Linda bangga saat Buttonscarves disebut sebagai pionir untuk laser cut itu.
"Enggak cuma diikuti oleh brand-brand Indonesia, brand-brand Malaysia semua pakai laser cut itu semua karena buttonscarves."