Spionase Ala Israel di WhatsApp
- www.kaspersky.com
Hindari Pegasus
Alfons Tanujaya mengatakan, ada beberapa cara mengantisipasi serangan Pegasus tersebut. Pertama dan utama, Alfons menyarankan pengguna untuk selalu memperbarui software aplikasi WhatsApp dengan versi yang terbaru. Hal ini sesuai dengan saran dari WhatsApp yang meminta pengguna segera memperbarui aplikasi mereka.Â
Senada, Chebyshev meminta pengguna untuk segera memperbarui aplikasi WhatsApp mereka, sehingga terhindar dari risiko menjadi korban Pegasus.Â
"Kami mengajak semua pengguna sesegera mungkin menginstalasi pembaruan yang baru dirilis pada perangkat lunak Anda untuk memblokir kerentanan yang dieksploitasi oleh malware," ujar ahli malware Kaspersky Lab tersebut.
Antisipasi yang lainnya yang bisa dilakukan, kata Alfons, yakni menutup port yang tidak diperlukan, menonaktifkan layanan yang tak diperlukan.Â
Langkah ketiga yakni pakailah antivirus yang handal seperti Gdata atau Webroot, yang mampu mendeteksi dan membasmi spyware.Â
Alfons mengatakan, tiap pengguna aplikasi apa pun perangkat dan jenis sistem operasinya perlu menyadari, platform tak sepenuhnya aman. Masih ada risiko terkena pembobolan.Â
"Yang perlu menjadi perhatian adalah celah keamanan baru selalu akan ditemukan, tidak peduli merek dan sistem operasinya," kata pengajar di Universitas Prasetiya Mulya tersebut.Â
Namun umumnya, kata Alfons, platform yang menjadi target spyware adalah platform populer. Makanya spyware mungkin saja menargetkan perangkat Android, iPhone, komputer berbasis Windows, Mac, Linux.Â
"Semua berpotensi mengandung celah keamanan dan dieksploitasi. Bahkan bukan hanya sistem operasi saja, aplikasi juga berisiko," tuturnya.Â
Untuk komputer, kategori yang menjadi incaran favorit spyware menurut Alfons, yakni aplikasi browser, Java dan Adobe Reader. Untuk aplikasi, WhatsApp menjadi aplikasi favorit incaran mereka.