Mudik Satu Arah
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
"Kepadatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek mulai terurai dengan dua rekayasa lalu lintas arah Cikampek yang sudah diberlakukan sekaligus," kata Corporate Communications Department Head, Irra Susiyanti, Kamis, 30 Mei 2019.
Dia mengatakan kebijakan contraflow di KM 29 sampai dengan KM 61 Jalan Tol Jakarta-Cikampek telah dimulai sejak pukul 05.30. Termasuk kebijakan sistem satu arah di KM 69 Jalan Tol Jakarta-Cikampek sampai dengan KM 263 Brebes Barat sudah dimulai sejak pukul 08.00 WIB.Â
Jasa Marga mengimbau kendaraan bus dan non golongan I serta pengguna jalan jarak dekat untuk tetap menggunakan jalur normal. Tetap hati-hati berkendara, perhatikan rambu-rambu dan arahan petugas di lapangan. "Kebijakan rekayasa lebih awal ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan arus mudik lebaran pada H-6," ujar Irra.
Kepala Sub Bidang Operasional dan Pemeliharaan II Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Joko Santoso, menjelaskan kebijakan one way di ruas Tol Trans Jawa akan dikhususkan bagi pemudik yang hanya menuju ke arah Jawa.Â
Menurutnya, kebijakan itu dipilih lantaran sudah pernah diterapkan pada tahun lalu, yakni seperti di jalur KM 82 Cipali sampai KM 217 Palikanci. Penerapannya pun dikatakannya telah membuat arus mudik lebih lancar dan membuat nyaman masyarakat.
"Karena melihat kesuksesan tahun lalu secara kebijakan dadakan. Seperti aspirin, bisa sembuhkan sakit kepala secara cepat. Sehingga dari itu kenapa enggak one way diterapkan secara legal dan disosialisasikan ke pemudik seluruhnya," kata Joko Santoso beberapa waktu lalu.
Namun demikian, meski kendaraan lebih cepat terurai di Tol Cikampek, tak dipungkiri pemberlakuan one way ini menyebabkan volume kendaraan di ruas Tol Cipali terus bertambah, dan jumlahnya naik dua kali lipat dari jumlah kendaraan di satu ruas tol pada musim mudik lebaran. Karena dua ruas tol digunakan sekaligus untuk arah mudik.
Kepadatan dipicu banyaknya kendaraan yang menumpuk di rest area dan beristirahat di bahu jalan Tol Cipali. Di samping itu, hambatan juga terjadi imbas dari pembangunan gerbang Tol Cikampek sebelum KM 102.Â
"Hambatannya di gerbang Tol Cikampek yang baru itu, dari arah Jakarta itu hambatannya," kata Kepala Unit (Kanit) PJR Tol Cipali, AKP Aziz Sarifudin kepada VIVA.