Mudik Satu Arah
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
Aziz mengatakan peningkatan volume kendaraan di ruas Tol Cipali sudah terjadi sejak Rabu malam. Ia memprediksi volume kendaraan yang melintas di Tol Cipali pada H-5 lebaran ini meningkat dua kali lipat dibanding kemarin, terlebih sejak diberlakukannya sistem one way.
"Sekarang lebih padat mulai tadi malam, tadi pagi jam 08:00 WIB langsung dibikin one way. Kalau enggak dibikin one way makin panjang (antrean kendaraan) Jakartanya," ujarnya.
Korlantas Polri dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa pemberlakuan sistem one way di ruas Tol Cikampek kemungkinan bakal diperpanjang hingga tengah malam ini atau pukul 00.00 WIB.Â
Perpanjangan waktu one way ini dilakukan secara situasional dengan melihat kepadatan di Tol Jakarta Cikampek yang mengarah ke Brebes Barat. Sedianya sistem one way diberlakukan hingga pukul 21.00 WIB.Â
"Kalau malam pergerakan di Jakarta masih tinggi, bisa kita tambah lagi dari Jakarta menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah," ujar Kepala Bagian Operasional Korlantas Polri, Kombes Pol Benyamin dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Mei 2019.
Benyamin mengatakan saat ini jajarannya memprioritaskan arus kendaraan yang berasal dari Jakarta menuju ke timur. Dia memprediksi gelombang pemudik keluar Jakarta masih cukup tinggi hingga hari Minggu.
![]()
Mudik Manusiawi
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sebelumnya mengkritik rencana pemberlakuan sistem satu arah atau one way di Tol Trans Jawa, saat mudik Lebaran 2019. Hal itu karena sistem satu arah ini berlaku selama 24 jam yang rencananya diterapkan selama empat hari sejak 30 Mei sampai 2 Juni 2019.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan pihaknya memberikan peringatan keras kepada pemerintah untuk hati-hati menerapkan one way secara maraton tersebut.
"Itu akan membuat daerah penyangga di Bekasi itu akan merah total atau tidak bergerak sama sekali, jadi perlu dipertimbangkan," kata Tulus di sela peninjauan Gerbang Tol Cikampek Utama, Senin, 20 Mei 2019.
Ia mengusulkan, kebijakan tersebut sebaiknya diterapkan per enam jam terlebih dahulu, ketimbang dilakukan selama 24 jam penuh. Meski di satu sisi pemudik ke arah Jawa dan Bandung memang akan dimanjakan dengan kebijakan tersebut. Namun tidak untuk warga Bekasi dan sekitarnya.