Mudik Satu Arah
- ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
"Itu bakal ada yang terkunci di Bekasi, penumpang atau pemudik di Jakarta, bisa mengalami keterlambatan yang sangat parah. Jadi, jangan memudahkan yang lain, tetapi mengorbankan yang lain," kata Tulus.
Tulus berharap, dengan pemindahan gerbang Tol Cikarang Utama ke gerbang Tol Cikampek Utama dan gerbang Tol Kalihurip Utama bisa membuat jalan Tol Trans Jawa lebih manusiawi saat mudik lebaran.
"Sehingga akan mengurai tingkat kemacetan. Harapannya dengan pergeseran Cikarut (Cikarang Utama) ke Cikatama (Cikampek Utama), akan memperbaiki kinerja Tol Jakarta-Cikampek dan bukan instrumen untuk menaikkan tarif secara terselubung," ujar Tulus.
Terkait pemberlakuan one way pada musim mudik lebaran tahun 2019 ini, Pengurus Besar Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) melayangkan surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo. Mereka mempertanyakan kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan bisnis transportasi bus antar kota/provinsi ini.
Dalam suratnya, IPOMI mempertanyakan kebijakan satu arah terhitung sejak 30 Mei-2 Juni 2019, yang akan berdampak terlambatnya armada bus dan angkutan umum lainnya masuk ke Jakarta dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.
"Mari kita hitung bersama, jika satu kendaraan dinaiki tujuh orang dan selama satu hari puncak arus mudik Jalan Tol Trans Jawa dilalui 150 ribu kendaraan, selama tiga hari diberlakukan diperkirakan ada 450 ribu kendaraan. Artinya, ada 3,1-3,2 juta orang yang mudik. Jika kita bandingkan dengan bus, yang berisi 30-40 penumpang, maka 3,2 juta orang itu bisa diangkut 106 ribu bus dengan asumsi 30 tempat duduk dalam satu bus. Jika dihitung satu bus dengan 40 tempat duduk, maka hanya ada 80 ribu bus. Tidak ada kemacetan," tulis Pengurus Besar IPOMI dalam suratnya ke Presiden Jokowi.
IPOMI mempertanyakan komitmen Jokowi terkait efisiensi untuk mengurangi beban konsumsi bahan bakar. "Bukankah Bapak juga yang menjadikan Tol Trans Jawa sebagai simbol konektivitas? Apakah yang dimaksud dengan konektivitas ini artinya masyarakat bisa berbondong-bondong melalui Jalan Tol Trans Jawa?" singgungnya.
Dalam hal lain, IPOMI juga memuji pemerintahan Jokowi yang telah mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, wabil khusus jalan tol. Sebab, adanya Tol Trans Jawa dan Trans Sumatera sangat membantu pengusaha bus mencapai waktu tempuh yang belum pernah dirasakan sebelumnya.