Rinjani dan Wacana Gunung Syariah

Panorama puncak Gunung Rinjani terlihat dari Desa Sapit, Kecamatan Suela, Lombok Timur, NTB
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi

Hal tersebut diungkapkan Indriyani berdasarkan pengalaman pribadinya melihat langsung kondisi lingkungan pegunungan yang pernah ia datangi.

img_title Catatan Impresif Emil Audero, Tahan Imbang Getafe

"Di Rinjani, aturan untuk para pendaki belum ketat, sampah di mana-mana, turis enggak wajib membawa sampah mereka turun. Belum lagi banyak orang BAB di tempat terbuka, bahkan di jalur pendakian. Itu bisa menyebabkan penyakit kan kalau bakterinya masuk ke sumber air," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, di danau dekat Gunung Batujari, Indriyani mengungkapkan banyak pendaki yang mencuci peralatan makan dan lain-lain menggunakan sabun yang resapannya bisa mencemari air danau. Padahal banyak ikan yang hidup di danau itu.

img_title Begini Strategi Bandara Lombok Percepat Arus Kendaraan Masuk Keluar Selama MotoGP Mandalika

"Di Rinjani juga ada yang masih bikin api unggun, padahal bahaya. Bisa karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Berbeda sekali dengan Semeru, kami tidak boleh membuat api unggun, menebang ranting, harus membawa turun sampah dan ada MCK khusus yang jauh dari sumber air. Saya masih bisa meminum air di Ranu Kumbolo yang segar," ucapnya.

Sementara itu, Ipan berpendapat, yang dibutuhkan saat ini adalah hal yang cukup sederhana, yakni para pendaki kembali menghargai kearifan budaya lokal. Itu saja sudah cukup.

img_title Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Lombok Barat

"Di tiap daerah kan punya aturan adat. Itu yang aku maksud kearifan budaya lokal. Itu yang masih dipegang teguh oleh para pendaki lama," kata dia.

Objek Wisata Alam Gunung Rinjani Lombok yang Menantang

Saat ditanyakan ke Sudiyono, dari sejumlah isu yang menjadi perhatian pihaknya, ia menyampaikan TNGR saat ini tengah fokus mengembangkan e-ticketing Rinjani melalui aplikasi. Dia menyadari pada awal program tersebut diluncurkan menemukan kendala. Namun, saat ini pemberlakuan sistem tiket online tersebut dapat bekerja efektif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sampai hari ini cukup efektif. Awal-awalnya memang ada masalah karena dulu uji coba satu jalur, sekarang empat jalur dalam satu sistem, sehingga mengalami kendala masalah kuota," paparnya.

Sudiyono juga menyadari bahwa di Rinjani saat ini minim petugas jaga yang diturunkan ke lapangan, karena pos-pos di sana belum layak secara permanen untuk ditempati petugas. Idealnya, di setiap pos ada petugas dan mereka harus ditempatkan di tempat yang layak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut