Indonesia Kini Jadi Sasaran Hollywood
- Sony Pictures
Akankah Indonesia Dipilih Lagi?
![]()
Nita mengungkap, respons kantor pusat dan jajaran artisnya senang dengan antusiasme dan sambutan orang Indonesia terhadap fan event dan press junket lalu. Mereka juga puas dengan hasil liputan dari media dan influencer yang datang.
Baik Tom Holland maupun Chris Hemsworth pun mengakui Indonesia adalah pasar besar dalam industri perfilman dunia. Mereka juga sangat terkesan datang ke Bali dan berharap Indonesia makin sering jadi tuan rumah acara semacam ini.
"Terima kasih sudah mengundang kami ke sini (Bali). Terima kasih Sony. Aku bilang ke Sony, menurutku, jangan biarkan acara ini jadi yang terakhir di sini (Indonesia)," seru Tom Holland yang disambut tepuk tangan meriah rekan-rekan media.
Sementara Chris Hemsworth, lewat Instagramnya, mengatakan sangat bangga bisa menjadi bagian dari sejarah Indonesia.Â
"Press tour MIB di Indonesia! Ini adalah pertama kalinya studio besar membawa cast untuk promosi film di Indonesia. Saya sangat senang bisa jadi bagian dari sejarah pekan ini, mengunjungi pasar sebesar Indonesia dalam industri film dunia," tulis aktor Thor tersebut.
Dalam beberapa bulan ke depan, Sony Pictures masih punya sejumlah film besar yang bertabur bintang papan atas Hollywood. Meski belum bisa memberi kabar apa-apa, namun Indonesia patut optimis, karena pasarnya dianggap sangat potensial.
"Generasi kita muda. Berdasarkan Nielsen, median age Indonesia itu muda dibanding Jepang atau Singapura yang generasinya banyak sudah tua. Makanya kita dianggap sangat potensial karena yang muda lebih banyak yang yang tua," jelas Nita.
![]()
Sony Pictures siap merilis Angry Birds 2 dan Once Upon a Time in Hollywood pada Agustus, Charlie's Angels pada November, dan Jumanji 3 pada Desember mendatang. Jumanji: Welcome to the Jungle sendiri pernah memecahkan rekor di Indonesia. Film yang dirilis pada penghujung 2017 tersebut menjadi film Sony terbesar di Indonesia kala itu. Mungkinkah Dwayne Johnson yang akan segera datang berikutnya?
"Belum tahu, mudah-mudahan kalau mereka senang, nanti kita bisa dinominasikan lagi," jawab Nita mengakhiri perbincangan. (ren)