Dirundung Gempa Bumi Beruntun, Ada Apa?

Petugas membersihkan puing-puing bangunan gapura gerbang masuk kawasan The Nusa Dua yang runtuh akibat gempa di Badung, Bali, Selasa (16/7/2019).
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

VIVA – Pagi yang tenang di Pulau Dewata mendadak terusik karena tanah bergetar. Tepatnya kemarin, Selasa, 16 Juli 2019, pukul 07:18:35 WITA, warga di Dusun Wanasari, Jalan Ahmad Yani Selatan Denpasar yang merasakan guncangan berhamburan ke luar rumah. Sejumlah siswa di sekolah pun berlarian meninggalkan ruang kelas karena panik. Bali diguncang gempa.

img_title Sebagian besar Wilayah Indonesia Diprakirakan Cerah Hari Ini

Tak lama setelah itu, ungkapan simpati mengalir deras dari warganet di media sosial Twitter. Tanda pagar #PrayforBali bergema, disertai harapan dan doa keselamatan bagi Pulau Seribu Pura, dan semua yang terkena dampak gempa. Tak hanya itu, kata kunci BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) pun mengalami kenaikan sehingga masuk jajaran trending pencarian Google.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai lembaga yang bertugas mengabarkan – salah satunya – perihal gempa dan cuaca, BMKG bergerak cepat menginformasikan guncangan yang menyapa Bali pagi itu. Selain membuat pengumuman di media sosial resmi, BMKG juga langsung menggelar konferensi pers.

img_title BMKG: Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Sampai ke Sebagian Wilayah Jakarta

Di akun Facebook Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan informasi awal kekuatan gempa tersebut M=6,0, yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,8.

Postingan tersebut juga menjelaskan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali pada kedalaman 104 km.

img_title 5 Fakta Dentuman Misterius di Bandung, Mungkinkah Fenomena Skyquake?
Titik episenter berada persis di atas pusat gempa – Wikipedia

Mengutip Wikipedia, episenter adalah titik di permukaan bumi yang berada tepat di atas atau di bawah kejadian lokal yang memengaruhi permukaan bumi. Episenter terletak di atas permukaan bumi, di atas lokasi gempa, berlawanan dengan hiposenter (hiposentrum) yang menjadi pusat gempa dan yang terjadi di dalam bumi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa berkedalaman menengah ini diakibatkan oleh aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona transisi Megathrust-Benioff," tulis Daryono.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan kombinasi naik dan mendatar (oblique thrust fault)," tambahnya dalam keterangan tertulis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut