Berebut Kursi Kabinet Jokowi
- ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
VIVA - Kontestasi pemilihan presiden 2019 secara praktis berakhir usai Mahkamah Konstitusi membacakan putusannya pada akhir Juni lalu yang menolak gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno lalu diikuti Komisi Pemilihan Umum yang menetapkan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai pemenang. Namun ternyata, gesekan politik tidak berhenti sampai di situ saja.
Medan pertarungan kini bergeser ke lingkar kekuasaan yaitu perebutan kursi kabinet. Bahkan, tak cuma di kalangan partai-partai koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin saja yang terlibat adu kuat. Tapi juga partai-partai bekas koalisi Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Beberapa kali, susunan kabinet Jokowi yang baru pun beredar ke publik. Namun, sering juga hal itu dibantah pihak-pihak terkait sebagai berita bohong alias hoax.
PKB Sodorkan 34 Nama
Salah satu partai anggota koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf yang kencang menyuarakan jatah kursi menteri adalah Partai Kebangkitan Bangsa. Bahkan, jauh-jauh hari sebelum pilpres digelar, PKB sudah terang-terangan meminta jatah sebanyak 10 kursi menteri.
Belakangan, PKB berencana menyodorkan 34 nama kepada Presiden Jokowi. Setelah itu, mereka mereka menyerahkannya pada Jokowi untuk menyaringnya.
"Kenapa PKB tak kirim 34 nama yang punya kualifikasi 34 Kementerian sehingga Pak Jokowi punya perbandingan usulan lain," kata Ketua DPP PKB, Lukman Edy, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Jumat 12 Juli 2019.
![]()
Namun, sebelum benar-benar menyerahkan nama-nama itu, mereka terlebih dahulu akan berbicara dengan sang ketua umum Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang akan menggodoknya. Yang pasti partai yang didirikan oleh almarhum Gus Dur itu menginginkan kursi kementerian dan lembaga strategis di periode kedua nanti.
Di samping, mereka berharap pos-pos kementerian yang sebelumnya ditempati kader partainya seperti Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Kementerian Tenaga Kerja, akan dipertahankan. Satu posisi yang tidak mungkin mereka tempati hanya Menteri Pertahanan saja.
Tidak hanya itu saja, Ketua DPP PKB, Abdul Kadir Karding, malah meyakini jatah kursi menteri PKB akan berbeda dengan Nahdlatul Ulama. Karena, NU dan PKB sama-sama bekerja memenangkan Jokowi.
Terbaru, Muhaimin sendiri mengaku belum tahu mengenai siapa saja kadernya yang akan dikirim ke Jokowi. Tapi dia menegaskan tentu mereka yang dikirim nanti itu merupakan kader terbaik.