(Berusaha) Sehat di Tengah Polusi Udara Pekat
- VIVAnews/Fernando Randy
![]()
Alasan mereka mengajukan gugatan karena menganggap para tergugat abai terhadap hak warga negara untuk menghirup udara sehat di Jakarta. Mereka menilai, para tergugat belum melakukan langkah konkret untuk mengatasi polusi udara yang kian hari kian buruk.
Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Cabang Jakarta, Erlina Burhan mengatakan bahwa kontributor terbesar buruknya kualitas udara adalah kendaraan bermotor. "Berdasarkan data yang ada, sebagian besar polusi udara di Indonesia berasal dari transportasi sebesar 80 persen, diikuti industri, pembakaran hutan," katanya di Jakarta Selatan, Jumat, 2 Agustus 2019.
Menteri Kesehatan Nila Moeloek menambahkan, pengelolaan sampah yang salah juga berkontribusi terhadap jeleknya kualitas udara. Misalnya, jika sampah yang dibakar itu plastik maka akan menyebabkan gas pembawa penyakit.
"Karbon monoksida akan membuat lubang ozon rusak, akhirnya kita kena sinar ultraviolet yang bahaya, penyakit akan banyak seperti kanker dan katarak," ujarnya.
Bahaya polusi udara
Ketua Umum PDPI, Agus Dwi Susanto menambahkan, populasi yang rentan terhadap polusi udara adalah balita, anak usia 5-18 tahun, kalangan usia lanjut, perempuan, pekerja luar ruangan dan mereka yang memiliki penyakit paru atau jantung. Polusi udara, dia mengatakan, memberi dampak buruk bagi kesehatan karena merupakan campuran partikel kompleks dan gas yang berasal dari antropogenik dan alam yang mengalami modifikasi secara kimia di atmosfer dan jika terhirup dalam jangka panjang bisa menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan, seperti gangguan pernapasan hingga yang paling fatal adalah kematian.
"Polusi udara berhubungan dengan penyakit paru dan pernapasan (seperti infeksi saluran pernapasan akut/ISPA, asma, bronkitis, paru obstruktif kronik/PPOK dan kanker paru), penyakit jantung dan stroke," katanya di Jakarta, belum lama ini.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), polusi udara di seluruh dunia berkontribusi 25 persen pada seluruh penyakit dan kematian akibat kanker paru, 17 persen pada seluruh penyakit dan kematian akibat ISPA, 16 persen pada seluruh kematian akibat stroke, 15 persen pada seluruh kematian akibat penyakit jantung iskemik dan 8 persen pada seluruh penyakit dan kematian akibat PPOK. Polusi udara juga berhubungan dengan gangguan perkembangan mental dan motorik serta gangguan kognitif pada anak maupun remaja.