(Berusaha) Sehat di Tengah Polusi Udara Pekat
- VIVAnews/Fernando Randy
Hal lainnya yang bisa dilakukan agar tetap sehat di tengah akutnya polusi udara, menurut Agus, adalah dengan cukup istirahat selama 7-8 jam, tidak mengonsumsi alkohol atau kalap makan fast food, mencuci tangan serta jangan tinggalkan olahraga. Namun saat melakukan aktivitas olahraga tetap harus pantau kualitas udara. Saran dia, pakai masker kualitas baik dan jangan lebay berolahraga jika polusi udara sedang buruk.
"Bisa lakukan olahraga di indoor. Kalau mau outdoor, lakukan di lokasi yang kualitas udaranya baik atau waktu-waktu yang baik seperti di akhir minggu atau di luar wilayah polutan," ucap Agus.
Adapun pemakaian masker bertujuan mengurangi masuknya partikel polusi udara ke dalam saluran napas dan paru. Masker yang disarankan adalah yang memiliki kemampuan filtrasi partikel maksimal hingga 95 persen. Masker itu pun harus pas dan dipakai dengan cara yang tepat. Sebaiknya pilih masker sekali pakai dan idealnya hanya dipakai 8 jam karena kalau terlalu lama menyebabkan partikel polusi di masker akan makin menumpuk dan memicu infeksi pada saluran pernapasan atas. Â
"Masker tidak disarankan dicuci karena pori-porinya bisa melebar. Kalau sudah melebar, tidak efektif lagi menyaring kuman," ucap Agus.
Â
Jika sedang berkendara, tutup jendela mobil dan nyalakan AC dengan mode recirculate. Sedangkan saat di dalam ruangan, jaga kualitas udara tetap baik seperti jangan merokok, menyalakan lilin atau sumber api lainnya serta gunakan tanaman atau alat penjernih udara dalam ruang.
Bikin udara jadi bersih
Di samping upaya pribadi untuk melindungi diri dari ancaman buruknya polusi udara, ada langkah konkret yang, menurut Agus, perlu dilakukan sejumlah pihak demi mengurangi polusi atau bahkan membuat udara menjadi bersih. Misalnya, pemerintah perlu membuat regulasi tentang pengendalian polusi udara, seperti peraturan standar baku mutu udara sesuai standar WHO, regulasi penggunaan bahan bakar kendaraan sesuai standar EURO, peraturan uji emisi kendaraan bermotor dan beleid untuk mengurangi emisi polusi udara dari industri dan lainnya.
Selain itu, melakukan koordinasi lintas sektoral yang lebih baik termasuk dengan akademisi dan organisasi profesi untuk menangani masalah polusi udara, seperti kajian dan penelitian untuk mengetahui sumber-sumber polusi udara di wilayah perkotaan (emissions inventory), kajian untuk menilai dampak kesehatan polusi udara pada masyarakat.