(Berusaha) Sehat di Tengah Polusi Udara Pekat
- VIVAnews/Fernando Randy
Tak berhenti di situ, polusi udara pun mampu mempengaruhi kualitas sperma dan tingkat kesuburan pria. Para peneliti di Chinese University of Hong Kong yang mempelajari sperma dari 6.500 pria, menemukan ada hubungan yang kuat antara tingginya polusi udara dengan bentuk sperma abnormal.
Laporan yang diterbitkan dalam jurnal Occupational & Environmental Medicine menyebutkan bahwa meskipun efeknya relatif kecil dari sisi klinis, namun tetap dapat menyebabkan infertilitas untuk sejumlah besar pasangan. "Kami menemukan hubungan yang kuat antara paparan polusi udara PM 2,5 dan persentase rendah morfologi sperma normal pada pria usia reproduksi,” tulis para peneliti, seperti dilansir dari The Guardian.
Sementara ahli kulit dan kelamin, dr Srie Prihianti, SpKK, PhD, FINSDV, FAADV menambahkan bahwa polusi udara juga bisa mempengaruhi penampilan seseorang. Itu karena polusi bisa menimbulkan radikal bebas, sehingga membuat kulit jadi kering dan kusam, jerawat, bintik hitam atau pigmentasi, penuaan dini hingga kanker kulit.
Untuk melindungi kulit dari paparan polusi udara, dia menyarankan untuk rajin membersihkan kulit dengan mandi dua kali sehari dan rajin cuci muka 2-3 kali sehari. Srie mengingatkan agar tak menggunakan sabun antiseptik setiap hari.
![]()
"Sabun antiseptik hanya digunakan jika ada infeksi di kulit. Jika tidak ada infeksi, gunakan sabun biasa atau non-antiseptik," ujarnya.
Selain itu, gunakan pelembap dan tabir surya dengan kualitas bagus dan cocok untuk kebutuhan kulit, mengonsumsi air putih yang cukup untuk menghidrasi kulit dan memperbaiki kinerja kolagen. Selain itu, mengonsumsi makanan sehat yang mengandung antioksidan demi mencegah penuaan dini dan mendetoksifikasi radikal bebas akibat polusi, seperti sayuran, buah-buahan dan kacang-kacangan yang kaya antioksidan, vitamin, dan mineral.
Di samping itu, jangan merokok serta gunakan pelembap dan tabir surya saat di dalam maupun luar ruang. Jika di dalam ruang, pilih SPF 15, sedangkan di luar ruang dengan SPF 30-35. Sebaiknya penggunaan tabir surya diulang setiap 3-4 jam saat beraktivitas di luar ruang atau dalam ruangan yang terpapar sinar matahari.