Mengulik Capim KPK Pilihan Pansel
- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
VIVAnews - Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) akhirnya mengumumkan peserta yang lolos tes profile assesment. Dari total 40 orang yang mengikuti tahapan ini, hanya 20 orang yang lolos.
Bila dilihat dari jenis kelamin maka 20 peserta di atas terdiri dari 17 laki-laki dan tiga perempuan. Sedangkan, berdasarkan latar belakang profesi, rinciannya adalah empat orang dari Polri, tiga orang akademisi atau dosen, tiga orang jaksa, komisioner dan pegawai KPK dua orang, PNS dua orang, advokat satu orang, hakim satu orang, dan lain-lain dua orang.
Satu nama populis yang tidak lolos dalam tahap profile assessment itu adalah Laode M. Syarif, salah satu komisioner atau pimpinan KPK saat ini. Praktis, dari kalangan pimpinan KPK, tinggal menyisakan Alexander Marwata.
Ketua Pansel Capim KPK, Yenti Garnasih, menyatakan panitia seleksi masih mengharapkan masukan secara tertulis dari masyarakat terhadap nama-nama peserta seleksi Capim KPK masa jabatan 2019-2023 yang dinyatakan lulus profile assessment. Dia menegaskan bagi capim yang tidak mengikuti salah satu tes tersebut, baik tes kesehatan maupun wawancara, akan dinyatakan gugur dengan sendirinya.
Terkait ketidaklolosan Laode, dan juga nama-nama lainnya, Yenti menuturkan bahwa profile assessment sebenarnya sudah ada pada masing-masing calon. Tinggal pansel yang melihat dan memilih, siapa yang dianggap pantas untuk lolos.
![]()
"Banyak hal. Kemudian kita tracking kan sudah mulai masuk catatan-catatan yang sangat signifikan kan harus kita gunakan untuk menentukan 20 hari ini," kata Yenti, di Gedung I Sekretariat Negara, Jakarta, Jumat 23 Agustus 2019.
Profile assessment sendiri, jelas Yenti, pihaknya melihat rekam jejak dari calon tersebut. Lalu pansel melakukan penelusuran terhadap para calon. Seperti diantaranya, bekerjasama dengan perguruan tinggi tertentu.
"Profile assessment itu kan ada rekam jejak juga, dan kita juga sudah mulai memasukkan hasil trackingnya, kalau ada yang signifikan pasti kita gunakan juga," katanya.
Sementara itu, mengenai banyaknya unsur Polri yang lolos tes profile assessment yang memunculkan kekhawatiran adanya konflik kepentingan di tubuh KPK, Yenti meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Merujuk pada sejarah, Yenti menegaskan anggota Polri yang menjadi pimpinan KPK tetap bisa menjaga independensi.