Kabinet Jokowii Jilid II, yang Bertahan dan Tersingkir
- VIVAnews / Agus Rahmat
Menlu Retno Marsudi, meski tak nampak dipanggil ke istana diperkirakan akan tetap memegang jabatan tersebut. Apalagi sejak Senin, Retno justru ikut ke Jepang menemani Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Jelang berangkat, Ma'ruf mengatakan keberangkatan Retno adalah atas perintah dan penugasan Jokowi.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga tak nampak. Sejak 17 September lalu, Susi telah berpamitan dan meminta maaf jika selama lima tahun menjadi Menteri KP ia kerap keras kepala. Viralnya video Susi yang asyik berjoget usai berpamitan seolah menguatkan Susi tak bakal berjejer dalam kabinet kedua Jokowi. Bahkan pada 18 Oktober, Susi dikabarkan telah mengemas barang-barang pribadinya dari komplek menteri di Widya Chandra, Jakarta Pusat. Namun keberadaan Susi ternyata sangat diharapkan netizen. Hingga Selasa sore, 22 Oktober 2019, tagar #WeWantSusi menjadi trending topic di Twitter.
Ignasius Jonan juga sudah berpamitan. Tapi belum jelas, apakah ia memang tak akan kembali menjadi menteri. Sebab, ketika Jokowi sempat melakukan reshuffle di periode pertama, Jonan yang sebelumnya adalah Menteri Perhubungan ikut tergeser. Namun kemudian Jonan balik menjadi menteri, tapi diposisikan sebagai Menteri ESDM. Di tangan Jonan, Freeport berhasil ditaklukkan. Wajar publik bertanya, benarkah Jonan tak akan kembali?
Rini Soemarno, Menteri BUMN juga tak nampak di istana. Hingga Selasa sore, 22 Oktober 2019, Rini tak nampak datang ke Istana. Berbeda dengan menteri-menteri yang lain, Â Rini Soemarno, Retno Marsudi, dan Ignasius Jonan adalah menteri-menteri yang menjabat secara profesional, sebab ketiganya bukan kader partai. Hasil kerja ketiganya juga terlihat dan dianggap positif.Â
Belakangan santer beredar kabar, Rini Soemarno kemungkinan akan diganti oleh Erick Thohir sebagai Menteri BUMN. Sedangkan Susi akan digantikan oleh Waketum Gerindra Edhy Prabowo sebagai Menteri KKP. Dan posisi Menteri ESDM yang sebelumnya diemban Ignasius Jonan akan digantikan oleh Arifin Tasrif. (umi)
Â