Pemimpin ISIS Tewas, Mengapa jadi Kontroversi?
Meski menyebut prestasi ini sebagai sebuah tonggak penting, tetapi Netanyahu mengingatkan, kampanye melawan terorisme masih ada di depan mata.Â
Menteri Luar Negeri Bahrain Khalid bin Ahmed Al Khalifa  melalui akun Twitter-nya, @khalidalkhalifa, juga memuji langkah operasi pasukan khusus AS terhadap al-Baghdadi. Menurutnya, kematian pemimpin kelompok teroris itu merupakan pukulan fatal bagi kelompoknya.
"Pembunuhan penjahat Abu Bakr al-Baghdadi adalah pukulan berat bagi organisasi teroris ISIS. Kami salut kepada saudara-saudara dan sekutu kami atas upaya dan keberhasilan mereka dalam menemukan dia dan menyingkirkannya," tulis Al Khalifa.
Melalui akun Twitter, pemimpin Turki Recep Tayyip Erdogan juga menyampaikan ucapannya. Erdogan menyebut kematian al-Baghdadi sebagai sebuah titik balik dalam perjuangan bersama melawan terorisme.
"Pembunuhan pemimpin perang Daesh (ISIS) menandai titik balik dalam perjuangan bersama kita melawan terorisme. Turki akan terus mendukung upaya anti-teror, seperti yang telah dilakukan di masa lalu," tulis Erdogan melalui akun @RTErdogan.
Meski disebut terlibat dalam operasi perburuan al-Baghdadi, namun Rusia bersikap skeptis terhadap kabar kematian pemimpin organisasi yang ditakuti tersebut.Â
Melalui kantor berita RIA, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia Mayor Jenderal Igor Konashenkov menyampaikan pihaknya tidak memiliki informasi yang dapat dipercaya tentang prajurit AS yang melakukan serangan militer di bagian yang dikontrol Turki dari zona de-eskalasi Idlib, sebuah operasi yang disebut menyebabkan 'eliminasi'pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.Â
Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly juga memberi selamat kepada AS, namun tetap mengatakan perang terhadap terorisme belum berakhir.Â
"Kami akan melanjutkan perang melawan Daesh (ISIS) tanpa istirahat, dengan mitra kami, menyesuaikan diri dengan keadaan regional baru," tulis Parly di Twitter via akun @florence_parly.
Ucapan bernada sama juga disampaikan oleh Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. Melalui akun Twitter, Johnson mengatakan kematian pemimpin ISIS adalah momen penting, tetapi ia juga memperingatkan pertempuran melawan ISIS belum berakhir.
"Pertempuran melawan kejahatan Daesh (ISIS) belum berakhir. Kami akan bekerja dengan mitra koalisi kami untuk mengakhiri kegiatan Daesh yang biadab dan mematikan untuk selamanya," tulis Johnson di Twitter via akun @BorisJohnson.