Bersih-bersih BUMN ala Erick Thohir
- VIVAnews/Arrijal Rachman
VIVA – Kementerian BUMN menunjuk Fuad Rizal sebagai Pelaksana Tugas atau Plt Direktur Utama Garuda Indonesia. Hal itu lantaran, Menteri BUMN Erick Thohir memecat I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dari jabatan Dirut Garuda akibat skandal penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton.
Pemecatan Ari Askhara dilakukan Erick setelah mempertimbangkan hasil pemeriksaan dari komite audit. Selain itu, Erick juga telah mendapatkan hasil investigasi yang dilakukan tim Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton itu diketahui pihak Bea dan Cukai Kementerian Keuangan usai melakukan pemeriksaan pada barang bawaan di pesawat baru Garuda Indonesia Airbus A330-900 dari pabriknya di Perancis.
Diketahui, usai pemeriksaan pesawat Bea Cukai menemukan komponen-komponen motor mewah Haryley Davidson dan dua sepeda merek Brompton masuk ke Indonesia pada 17 November 2019 lalu.Â
"Kita memahami modus-modus selundupan itu terjadi dengan berbagai cara, kalau kemarin bicara jastip, dia melakukan dengan memisahkan jadi satu komoditas dipecah-pecah kecil-kecil, kemudian dikirim melalui berbagai penumpang," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.
Karena itu, lanjut dia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai secara cepat mampu mengendus persoalan tersebut, dan melakukan penyelidikan lebih dalam dari pelaku-pelaku yang terlibat penyelundupan itu.Â
![]()
Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan, kasus penyelundupan dua barang dari Perancis tersebut akhirnya terungkap dengan dugaan kuat bahwa kasus ini melibatkan Direktur Utama Garuda Indonesia.
"Bahwa motor Harley Davidson diduga adalah milik saudara AA (Ari Askhara)," kata Erick dalam konferensi pers di kantor Kemenkeu, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis 5 Desember 2019.
Erick pun membeberkan kronologi penyelundupan motor Harley-Davidson, yang dikemas secara terpisah setiap bagiannya dan dibawa di dalam bagasi pesawat baru milik Garuda Indonesia tersebut.
"Saudara AA memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley davidson, tipe Shovel Head di tahun 2018, proses pembelian motor klasik era tahun 1970-an itu sebenarnya telah dilakukan pada april 2019," katanya.
Sementara proses pembayaran dilakukan dengan transfer dari Jakarta, ke rekening pribadi Finance Manager Garuda di Amsterdam. "Saudara IJ (Iwan Joeniarto) yang membantu proses pengiriman dan lain-lain, tapi akhirnya seperti ini," ujarnya.