Murka Iran dan Ancaman Perang Dunia III
- Twitter/@PressTV
Hossein Salami, kepala Garda Revolusi Iran pengganti Soleimani, berjanji untuk membalas pembunuhan itu. Saat pemakaman, Salami mengatakan, Soleimani sekarang lebih kuat dalam kematian daripada dalam hidup. Ia memastikan, Iran akan membalas dendam atas kematian Soleimani.
"Kami akan membalas dendam. Kami akan membakar tempat yang mereka sukai dan mereka tahu di mana itu," katanya.
Hingga Rabu malam, 8 Januari 2020, waktu Jakarta, Iran mengklaim telah menewaskan 80 militer AS. Belum ada penjelasan resmi dari AS berapa jumlah korban jiwa dari pihak mereka. Iran juga berjanji akan menyerang sekutu AS, Israel dan Dubai yang dianggap terlibat dalam aksi pembunuhan Soleimani.
Wakil Direktur Kebijakan Luar Negeri di Brooking Institution, sebuah lembaga para pemikir AS yang berkantor di Washington DC, Suzanne Maloney tak yakin bahwa kematian Soleimani akan menjadi pemicu Perang Dunia III.
Kepada Vox.com, Maloney mengatakan Iran sangat sadar persenjataan mereka tak sekuat Amerika Serikat. Tak ada seorang pun, bahkan seorang pakar yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi setelah ini.
"Pembunuhan Soleimani adalah eskalasi yang dramatis dalam ketegangan yang membara antara hubungan AS-Iran di masa kepemimpinan Trump. Tapi itu belum menjadi tindakan yang 'memicu' perang," ujarnya.Â
Menurut Maloney, Iran tahu mereka akan kalah. Tetapi, ujar Maloney, kematian Soleimani berpotensi mengubah 'peta' antara Irak, Iran, AS, dan negara-negara di Timur Tengah.Â
Koresponden BBC untuk pertahanan dan diplomatik, Jonathan Marcus juga meragukan terjadinya Perang Dunia III akibat kematian Soleimaini. Sebab, Rusia dan China tak menjadi pemain penting dalam kasus ini.
Tapi, kasus ini bisa menjadi momen yang menentukan di Timur Tengah. Marcus mengatakan, kasus ini akan menjadi siklus aksi reaksi yang membuat dua negara ini terlibat dalam konflik yang habis-habisan.
"Respons Iran bisa mengarah pada kepentingan AS di kawasan, tapi bisa juga diarahkan pada target lain terkait AS yang menurut Iran rentan," ujarnya seperti dikutip dari BBC.
Respons Santai Trump
Presiden AS Donald Trump menanggapi santai serangan balik dari Iran. Melalui akun Twitternya, ia memastikan bahwa militer AS adalah yang paling kuat dan lengkap di seluruh dunia. Â