Amuk Gangster Ala John Kei
- VIVAnews/Foe Peace
VIVA – Perumahan Green Lake, Tangerang, Minggu siang, 21 Juni 2020, sekitar jam 12.15 WIB, mendadak jadi mencekam. Bak cerita gangster, perumahan itu diacak-acak oleh kawanan Jhon Kenedy Refra atau yang biasa dikenal dengan John Kei.
Rumah Agrapinus Rumatora alias Nus Kei jadi sasaran perusakan setelah diserbu kawanan John Kei yang menggunakan tiga mobil. Selain rumah Nus Kei dan tetangganya rusak, satpam komplek dan pengemudi ojek online jadi korban tembak kawanan Kei itu.
Polisi tak mendiamkan aksi ini. Rumah John di Perumahan Taman Titian Indah, Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, 21 Juni 2020, pun digerebek. Total, 25 orang kawanan itu, termasuk John, diamankan polisi. Dari tangan para pelaku, polisi menyita empat kendaraan roda empat, 28 tombak, 24 senjata tajam, dua buah ketapel, tiga anak panah dan tiga stik bisbol.
Total, polisi telah menangkap 30 tersangka pada tiga TKP yaitu di Medan Satria Kota Bekasi, Kelapa Gading, dan Pondok Gede
Siapakah John Kei, The Godfather of Jakarta?
John Kei lahir di Pulau Kei, Maluku, pada 10 September 1969. Namun, sepak terjang dan reputasinya dimulai ketika dia kali pertama datang ke Jakarta pada 1990-an. Dia menolak disebut preman, tapi lebih suka dijuluki crossboy.
Ia pernah dikeluarkan dari sekolah ketika SMA, kemudian hijrah ke Surabaya karena putus sekolah sebelum mendarat di Jakarta. Ternyata, ia melewati banyak rintangan untuk masuk Jakarta. Dan pada 2000, ia mendirikan sebuah organisasi bernama AMKEI (Angkatan Muda Kei) yang beranggotakan banyak pemuda dari Pulau Kei yang hijrah ke Jakarta.
Adik John Kei, Tito Kei, juga bergabung dalam organisasi yang bergerak di bidang jasa penagihan utang dan pengawalan lahan dan tempat itu. Mereka bersaing dengan kawanan Basri Sangaji dan Hercules.
John Kei dan kelompoknya mencuat dan dikenal publik pada 2004. Dia dikenal sebagai bos preman yang diduga juga terlibat dalam pembunuhan debt collector Basri Sangaji. Basri tewas dalam pembunuhan sadis pada Oktober 2004.
Selain melayani jasa penagihan utang, kelompok John Kei juga bergerak di bidang jasa pengawalan lahan dan tempat. Sosoknya yang dikenal sebagai penguasa dunia kekerasan dan kriminal di Jakarta ditakuti banyak orang. Karena itu, dia pun dijuluki Godfather of Jakarta.