Menebak Wejangan IMF ke Indonesia
Kamis, 3 September 2015 - 06:12 WIB
Sumber :
- Reuters
Ramai-ramai klarifikasi
Merespons spekulasi pasar tersebut, semua pihak terkait seperti kebakaran jenggot melakukan klarifikasi. Gubernur BI, Agus Martowardojo, akhir pekan lalu pun menampik isu tersebut. Ditegaskan tidak ada maksud terselubung untuk membahas rencana pinjaman dalam kunjungan IMF kali ini.Â
Baca Juga
"Kami hanya akan mendiskusikan tentang bagaimana perkembangan ekonomi dunia dan bagaimana Asia harus merespons. Juga membicarakan isu ekonomi dan bank sentral," ujarnya.
IMF pun bergerak cepat merespons spekulasi tersebut, pada Minggu, 30 Agustus 2015, Senior Resident Representative IMF untuk Indonesia, Ben Bingham dalam keterangan persnya yang diterima VIVA.co.id, mengonfirmasi spekulasi tersebut.
"Managing director mengunjungi Indonesia untuk berpartisipasi dalam konferensi BI-IMF, lama direncanakan tingkat tinggi tentang masa depan keuangan di Asia," ujarnya.Â
Dia menegaskan, tidak ada niatan IMF untuk membicarakan mengenai program pinjaman dengan pemerintah Indonesia. Kunjungan tersebut murni untuk menghadiri acara yang diinisiasi BI tersebut.Â
"Spekulasi bahwa managing director di Indonesia untuk membahas program (pinjaman) IMF dengan pemerintah tidak memiliki dasar," tuturnya.Â
Pihak Istana pun membantah kehadiran Lagarde menemui Presiden Joko Widodo terkait dengan pinjaman atau utang. Dugaan tersebut muncul, mengingat saat ini Indonesia sedang mengalami masalah ekonomi. Rupiah juga melemah terhadap dolar AS sejak krisis ekonomi 1998, yaitu mencapai level Rp14.000 per dolar AS.
"Tidak ada soal utang, tidak ada soal negosiasi utang, tidak ada," kata Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, saat itu, usai mendampingi Presiden bertemu IMF, di Istana Merdeka, Selasa 1 September 2015.
Teten, yang kini menjabat kepala Staf Kepresidenan, mengatakan, pada hari sebelumnya Jokowi pun sudah bertemu dengan para ekonom. Dalam kesempatan itu, pemerintah telah disarankan untuk tidak kembali berutang ke IMF. Hal tersebut mendapatkan perhatian khusus Jokowi.Â
Spekulasi ini pun ditegaskan oleh DPR, meskipun Indonesia dikatakan masih trauma dengan IMF, setelah pertemuan yang dilakukan Lagarde dengan para pimpinan DPR Rabu siang 2 September 2015, sudah bisa disimpulkan bahwa kunjungan kali ini tidak sama sekali membahas masalah program utang IMF.Â
Bahkan, usai pertemuan tersebut, Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan, mengatakan, posisi IMF saat ini sudah berbeda dengan zaman Orde Baru lalu.Â
Halaman Selanjutnya