Menebak Wejangan IMF ke Indonesia
Kamis, 3 September 2015 - 06:12 WIB
Sumber :
- Reuters
Selain menghadiri konferensi tersebut dan bertemu dengan Presiden Joko Widodo beserta jajaran menteri ekonominya secara internal, Lagarde juga melakukan serangkaian pertemuan secara khusus dengan para petinggi BI.
Apakah Indonesia sudah masuk dalam tahapan proses penjajakan program pinjaman tersebut?Â
Baca Juga
Curhat RI
Gubernur BI Agus Martowardojo dalam pidatonya pada pembukaan konferensi tersebut menjelaskan bagaimana kondisi perekonomian Indonesia secara makro, beserta pandangan target BI dalam menghadapinya. Menurut mantan menteri keuangan itu, Indonesia masih dibayangi besarnya defisit transaksi berjalan.Â
Agus menjelaskan, dengan kondisi perekonomian global saat ini dibutuhkan pembangunan infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Tapi, permasalahannya skema kerja sama pemerintah swasta (Public Private Partnership/PPP) belum bisa diandalkan untuk membiayai infrastruktur saat ini.Â
Hal senada disampaikan Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro. Dia menuturkan, persoalan mendasar yang menjadikan kerja sama pemerintah-swasta sulit dilakukan, adalah perspektif antara kedua pihak yang tak mau kalah dan ingin selalu menjadi pemimpin.
"Karena kami, publik dan privat sama-sama mau jadi bos. Makanya susah. Akhirnya proyeknya enggak jalan," ujar dalam konferensi tersebut
Bambang menjelaskan, kesulitan menyatukan pemerintah-swasta terlihat dalam proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Batang yang sempat mangkrak hingga tiga tahun. Hal ini disebutnya, sebagai bukti bahwa tidak ada‎ kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta.
Meskipun, pada akhirnya pemerintah berhasil merealisasikan proyek pengerjaan proyek tersebut, tapi tetap membutuhkan waktu yang lama.Â
"Akhirnya dapat groundbreaking untuk pembangkit listrik itu setelah tiga tahun delay," ucapnya.
Bambang berharap, akan terjalin sebuah kerja sama yang baik antara pemerintah dan swasta dalam melaksanakan sebuah proyek infrastruktur. Karena pada dasarnya, PPP merupakan solusi terbaik untuk membangun proyek infrastruktur masa depan.‎
"PPP adalah ide yang bagus, tapi banyak tantangan, ini akan terus kami tingkatkan, karena hal ini juga untuk mempercepat pembangunan infrastruktur," ungkapnya.
Agus Marto berharap, konferensi yang dilakukan dapat memberi masukan, kontribusi, dan solusi dari berbagai pihak termasuk IMF, atas segala tantangan yang dihadapi. (art)
Halaman Selanjutnya
Â