Dihantam Rudal Rusia, Siapa Dalang Penembak MH17?
Jumat, 16 Oktober 2015 - 05:40 WIB
Sumber :
- REUTERS/Michael Kooren
"Rudal BUK diciptakan dan dibuat di Rusia, sehingga dapat diasumsikan kelompok pemberontak tidak akan mampu mengoperasikan alat semacam itu," tulis harian tersebut dengan mengutip beberapa sumber.Â
Baca Juga
Rusia menilai laporan yang dirilis Belanda pada Selasa kemarin terlalu bias. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan, ada upaya yang jelas untuk membuat kesimpulan yang bias dan menggiring isu ini bermotif politis.
Baca Juga
"Ini merupakan sebuah sumber yang disayangkan. Walaupun Rusia telah berulang kali mengulangi dan melakukan penyelidikan yang komprehensif, tetap saja isu ini dipolitisir. Padahal, kami telah meminta semua informasi yang kami miliki untuk dipertimbangkan," kata Ryabkov.Â
Untuk membantah laporan akhir yang dirilis oleh OvV, perusahaan pembuat rudal BUK, Almaz-Antey melakukan uji coba sendiri. Perusahaan milik Pemerintah Rusia itu menunjukkan sebuah video berisi rudal BUK yang diledakkan di dekat hidung pesawat Illyushin yang telah dinonaktifkan.Â
Klik video hasil uji coba di sini.
Berdasarkan hasil uji coba, Almaz-Antey membantah rudal ditembakkan dari Snizhne, sebuah desa yang dikuasai oleh kelompok pemberontak. Mereka menyebut pesawat Malaysia Airlines itu kemungkinan ditembak jatuh dari teritori yang tengah diperebutkan oleh kelompok pemberontak dan pasukan Ukraina.
Perusahaan itu juga menyebut rudal BUK yang ditembakkan adalah rudal lama yang tak lagi digunakan oleh militer Rusia.Â
"Hasil dari uji coba ini bertentangan dengan kesimpulan yang dibuat Komisi Belanda mengenai jenis roket dan lokasi peluncuran," ujar Direktur Almaz-Antey, Yan Novikov yang kini termasuk dalam daftar orang yang dikenai sanksi oleh negara-negara barat.
Novikov mengatakan, pesawat Boeing itu ditembak oleh sistem rudal BUK yang ditembakan alat peluncur 9M38 dari desa Zaroschchenske. Menurut pejabat berwenang Almaz-Antey, Mikhail Malyshevsky, rudal yang berusia tua dilarang penggunaannya di dalam militer Rusia.Â
Berdasarkan tanggal kadaluarsa, rudal itu terakhir kali hanya boleh digunakan pada tahun 2011 lalu. Kini, usai terungkap penyebab jatuhnya pesawat, Belanda mencoba  kembali melakukan penyelidikan untuk mencari dalang penembak MH17 pada 17 Juli 2014.Â
Perdana Menteri Belanda, Mark Rutte menyerukan kepada Rusia agar bekerja sama secara penuh dalam proses penyelidikan tindak kriminal yang kini dipimpin oleh Negeri Kincir Angin itu. Dalam tim itu, juga terdapat Malaysia, Australia, Ukraina dan Belgia.Â
Halaman Selanjutnya