Dihantam Rudal Rusia, Siapa Dalang Penembak MH17?

Ketua Dewan Keselamatan Belanda, Tjibbe Joustra
Sumber :
  • REUTERS/Michael Kooren

img_title Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri
"Sebab, ini mungkin merupakan bagian yang paling kejam untuk diterima yaitu tindak kekejaman dan kekerasan terhadap jasad korban," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title AS Ingin Rusia Diberi Sanksi Berlipat
Laman International Business Times pada Selasa kemarin kembali mengingatkan kita kepada beberapa teori yang sempat muncul tahun lalu ketika insiden itu terjadi. Rusia mengklaim, MH17 ditembak oleh jet tempur Ukraina ketika tengah mengudara. 

img_title Beredar Kabar Pilot MH 370 Ditemukan
Seorang analis intelijen dari sumber terbuka, Elliot Higgins, sebelumnya pernah mengungkap sistem rudal BUK yang digunakan untuk menembak jatuh MH17 merupakan bagian dari konvoi yang melakukan perjalanan dari Kursk, Rusia menuju ke perbatasan Ukraina. Teori lain yang pernah dibahas di media yakni mengenai pernyataan pemimpin kelompok pemberontak, Igor Girkin yang dikenal juga dengan nama Strelkov pernah sesumbar di media sosial pada 17 Juli 2014. 

Di sana, Girkin mengatakan timnya berhasil menembak jatuh sebuah pesawat militer Antonov 26 milik Ukraina. Namun, pernyataannya di media sosial langsung dihapus begitu diketahui yang mereka tembak adalah pesawat sipil dan bukan militer. 

Sementara, Pemerintah Ukraina langsung menunjuk kelompok pemberontak sebagai dalang utama. Untuk meyakinkan publik, mereka sempat merilis sebuah rekaman suara yang berisi percakapan antara kelompok pemberontak mengenai sebuah pesawat yang jatuh. Di dalam percakapan itu, semakin jelas bahwa pesawat yang ditembak jatuh bukan pesawat militer milik Pemerintah Ukraina.

Di dalam rekaman itu, terdengar salah satu anggota kelompok pemberontak mengatakan: "jelas sekali itu sebuah pesawat sipil". Perdana Menteri Ukraina, Arseniy Yatsenyuk menyebut pasukan khusus Rusia sebagai dalang utama penembak jatuh MH17.

"Kami yakin penembakan dilakukan dari teritori yang dikuasai oleh pasukan Rusia. Tidak mungkin kelompok pemberontak yang pemabuk itu tahu bagaimana cara menggunakan sistem BUK. Ini berarti, sistem tersebut dioperasikan hanya oleh anggota militer Rusia yang terlatih," kata Yatsenyuk.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Sementara, Rusia yang terus dipojokkan dengan isu tersebut berulang kali terlibat penembakan MH17 atau konflik militer di Ukraina Timur. Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Y. Galuzin ketika memberikan keterangan pers di Jakarta pada Agustus lalu sudah berulang kali menyebut temuan tim penyidik Belanda banyak yang janggal. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut