Dihantam Rudal Rusia, Siapa Dalang Penembak MH17?

Ketua Dewan Keselamatan Belanda, Tjibbe Joustra
Sumber :
  • REUTERS/Michael Kooren

img_title RI Berkomitmen Seret Penembak Pesawat MH17 ke Hadapan Hukum
"Terkait hubungan kami dengan Belanda, penyelidikan ini memiliki dampak yang besar baik bagi Belanda, dunia internasional dan tentu saja Rusia. Apa yang ingin kami lakukan saat ini yaitu memohon kepada otoritas Rusia agar menghormati dan bekerja sama dalam laporan ini," kata Rutte. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title VIDEO: Begini Cara Rudal BUK Hantam Pesawat MH17
Dia menegaskan sudah menjadi kewajiban bagi dunia internasional para pelaku yang bertanggung jawab untuk diseret ke hadapan hukum. 

img_title Soal Laporan Jatuhnya MH17, Rusia: Temuan Itu Bias
Pernyataan Rutte itu ditanggapi Rusia dengan alis terangkat. Mereka mengaku bingung, karena selama ini dianggap tidak menunjukkan sikap kerja sama yang positif. 

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan Negeri Beruang Merah selalu bekerja sama dalam proses penyelidikan. Niat untuk bekerja sama itu juga disampaikan oleh Duta Besar Rusia untuk Kerajaan Malaysia, Valery Yermolov. 

Dia menjelaskan, walaupun sebelumnya Rusia , bukan berarti Moskow berniat menghalangi niat negara lain di antaranya Malaysia dan Ukraina yang ingin membentuk sebuah pengadilan internasional.

Bagi Rusia, kata Yermolov, boleh saja dilakukan penyelidikan, selama tidak bias. Rusia pun, ujar Yermolov, turut mencari keadilan, karena mereka ingin membersihkan nama negaranya.

Selanjutnya dalang utama....


Dalang Utama

Jadi, siapa penembak Malaysia Airlines MH17? Fokus publik dunia kini hanya tertuju kepada jawaban dari pertanyaan itu. Salah satu pihak yang berhak tahu jawaban itu adalah keluarga korban. 

Istri salah satu penumpang MH17 asal Blackpool, Inggris, Claudio Villaca-Vanetta, mengatakan kepada radio BBC 4, mereka juga ingin tahu siapa pelaku penembakan. 

"Kami telah memiliki sebagian dari jawaban yang selama ini kami cari, tetapi belum semua terpecahkan. Kami tahu pesawat Malaysia Airlines diizinkan untuk terbang di sana dan kami tahu kini, itu merupakan keputusan yang buruk dari Ukraina karena tetap membiarkan zona udaranya terbuka. Kami juga tahu ada sebuah rudal yang hanya dibuat di Rusia dan tentu, laporan itu tidak memberikan penjelasan kepada kami siapa yang bertanggung jawab atas perbuatan itu," papar Villaca-Vanetta seperti dikutip harian The Guardian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Dia menambahkan, untuk bisa tetap tegar dalam kondisi seperti sekarang, banyak keluarga korban yang harus melalui proses konseling. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut