Dihantam Rudal Rusia, Siapa Dalang Penembak MH17?

Ketua Dewan Keselamatan Belanda, Tjibbe Joustra
Sumber :
  • REUTERS/Michael Kooren

img_title RI Berkomitmen Seret Penembak Pesawat MH17 ke Hadapan Hukum
Kendati berhasil menemukan penyebab jatuhnya pesawat, tetapi OvV tidak memiliki kewenangan untuk menuding pihak yang diduga telah menembak rudal BUK itu. Mereka juga tidak menyebut dari area mana rudal tersebut ditembakkan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


img_title VIDEO: Begini Cara Rudal BUK Hantam Pesawat MH17
Usai memberikan keterangan pers, Joustra hanya menyebut kelompok pemberontak berada di area di mana rudal BUK ditembakkan. Kendati tidak disebut oleh OvV, pemerintah di Ukraina dan beberapa negara barat langsung menunjuk hidung Rusia sebagai dalang dari insiden itu. Negeri Beruang Merah disebut-sebut memasok senjata bagi kelompok pemberontak. 

img_title Soal Laporan Jatuhnya MH17, Rusia: Temuan Itu Bias
Dalam kesempatan itu, Joustra turut menyayangkan kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Ukraina. Sebab, kendati mereka menyadari adanya konflik di wilayahnya, tetapi zona udara bagi penerbangan komersial tetap dibuka.

Reuters mencatat 61 maskapai tetap melanjutkan penerbangan di atas wilayah konflik Ukraina. Oleh sebab itu, Joustra merekomendasikan aturan penerbangan diubah dan memaksa operator agar lebih transparan mengenai pilihan rute mereka.

Sikap Ukraina pun tidak konsisten. Saat ditegur OvV, Kepala Penyelidikan MH17 yang dibentuk Ukraina, Hennadiy Zubko, mengatakan otoritas Ukraina telah mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan. 

"Semua rekomendasi dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah diterapkan. Ukraina telah menutup zona udara yang berada di bawah 32 ribu kaki," kata Zubko kepada para jurnalis di Kiev. 

Namun, pernyataan itu diubah oleh Menteri Luar Negeri Pavlo Klimkin. Berbicara dari New York, Amerika Serikat di markas PBB, Klimkin mengaku Ukraina tidak menutup zona udara mereka. Dia mengaku saat itu tidak ada pihak yang menduga akan ada ancaman yang sedemikian besar. 

"Semua orang pasti yakin senjata yang disiagakan di sana adalah jenis konvensional. Tidak ada satu pun orang saat ini yang bahkan menyadari kehadiran peralatan senjata modern yang bisa ditembakkan ke udara," kata Klimkin.


Dipolitisir Barat

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


Pemerintah Rusia langsung bereaksi setelah Dewan Keselamatan Penerbangan Belanda mengungkap penyebab jatuhnya pesawat jenis Boeing itu karena dihantam rudal BUK buatan Negeri Beruang Merah. Terlebih menurut harian terhormat Belanda, Volkskrant, menyebut ada keterlibatan mantan pejabat militer Rusia dalam tragedi itu. 
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut