Jangan Biarkan Anggota DPR Pemadat

Urine baik untuk jerawat?
Sumber :
  • iStock

Sementara itu, Ketua DPR Ade Komarudin turut menyesalkan tertangkapnya Ivan Haz dalam operasi narkoba. Menurutnya, peristiwa itu seharusnya tidak terjadi pada anggota Dewan.

img_title Polisi Ungkap Kondisi Jonathan Frizzy Saat Diamankan, Belum Bisa Berjalan Normal

"Karena apa? Faktor umur, kemudian faktor lingkungan yang tentunya tidak menunjang terjadinya seperti itu. Saya tidak habis pikir anggota DPR terkena narkoba," kata Ade di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika kemudian Ivan terbukti berurusan dengan barang haram itu, Ade mendorong agar ia mendapatkan tindakan yang tegas dari pihak-pihak terkait.

img_title Fachri Albar 2 Kali Terjerat Kasus Narkoba, Begini Riwayatnya

"Karena ini anggota parlemen harus memberikan contoh yang baik, dan regulasi itu juga harus mencontohkan yang baik pada masyarakat terutama pada generasi muda. Jangan lupa pemilih terbesar kita itu para pemuda," ujarnya menambahkan.

Mengenai status Ivan sebagai anak mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, menurut Ade, fakta itu tidak serta merta membuat Ivan lepas dari jeratan hukum.

img_title Fachri Albar Terjerat Kasus Dugaan Narkoba, Apa Barang Buktinya?

"Mau siapa saja, tanpa pengecualian, aparat hukum tidak boleh pandang bulu."

BNN Siap Turun Tangan

Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, mengaku tidak tahu persis bagaimana mekanisme tes urine bagi anggota Dewan karena menjadi urusan internal mereka. Namun, apabila diminta, Buwas, sapaan akrab Budi Waseso, memastikan bahwa BNN siap bekerja sama.

"Ya, kalau diminta oleh suatu fraksi [untuk bertindak], kita lakukan," kata Buwas kepada VIVA.co.id, Jumat 26 Februari 2016.

Meski demikian, Buwas mencatat, selama ia memimpin, BNN belum pernah menggelar tes urine untuk anggota DPR. Namun saat ini, sudah ada surat permintaan kepadanya agar melakukan tes urine pada hari dan tanggal tertentu.

"Saya sudah dapat suratnya, saya sudah siap-siap melakukan itu," kata Buwas lagi.

Buwas menegaskan bahwa permintaan itu datang dari DPR. Ia tidak bisa memberikan informasi yang lebih detail.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena ini kan sifatnya harus mendadak, siap dan tidak bisa dibocorkan. Jangan dibuka-buka," ujarnya.

Mantan Kepala Bareskrim Polri itu menegaskan bahwa Presiden Jokowi sudah memerintahkan semua kementerian, instansi, lembaga negara harus diawasi dalam penyalahgunaan narkoba. Salah satu caranya dengan melakukan tes urine secara berkala dan bersifat mendadak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut