Akhir Perjalanan Kisah Tragis Engeline

Engeline, bocah SD yang tewas terbunuh di Bali
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

"Tentu pasti kami banding, karena menurut perasaan keadilan kami maupun fakta-fakta yang terungkap di persidangan putusan ini tidak tepat," kata Hotma.

img_title Ayah di Medan Tampar Bayinya Hingga Tewas

Di sisi lain, Agus Tay, yang mendapat pembelaan dari Hotman Paris Hutapea, juga menyatakan ketidakpuasannnya atas vonis 10 tahun penjara terhadap Agus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya tidak puas dengan putusan ini," kata Agus usai persidangan.

img_title Vonis Terlalu Berat, Agus Tay Akan Banding

Atas itu juga, Agus pun menyatakan banding dan berharap mendapatkan putusan yang lebih meringankan. Sebab, sebagaimana dalih Agus sejak awal, ia bukanlah pembunuh .

Agus Tay hanyalah pembantu yang juga mendapatkan tekanan dan ancaman dari Margriet selama ia bekerja di rumah selama hampir tiga bulan.

img_title Pembunuhan Engeline, Pembantu Margriet Divonis 10 Tahun

"Agus sama sekali tidak ada unsur membantu. Pelaku utama adalah Margriet," kata Hotman Paris, kuasa hukum Agus Tay.


Membuka Mata
Kini terlepas dari kisruh vonis atas kedua terdakwa pembunuh . Kisah kematian bocah kelas III sekolah dasar itu, membuat semua terbelalak.

Kejahatan, kekerasan dan hingga pembunuhan semakin dipertegas bahwa itu terjadi tidak jauh dari lingkungan sendiri. menjadi figur dramatis sekaligus sosok bocah yang menggetarkan setiap orang yang membaca utuh kisah hidupnya.

Sebab itu, kematian harus menjadi pelajaran semua orang. Kasus kekerasan anak di Indonesia harus segera dihentikan. Siapa pun orang, mulai dari sekolah, tetangga, orang tua dan termasuk lingkungan sekitar bertanggungjawab atas keselamatan anak-anak.

http://media.viva.co.id/thumbs2/2015/06/17/319793_ilustrasi-kekerasan-anak_663_382.jpg

FOTO: Ilustrasi/Kekerasan terhadap anak di Indonesia

"Kasus Angeline berkontribusi besar pada peningkatan ekspos kekerasan pada anak di Indonesia," kata Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (I2), Rustika Herlambang Juli silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebab, lanjutnya, hanyalah fenomena puncak gunung es yang berada di permukaan laut hitam. Fakta menunjukkan masih banyak bocah yang bernasib nyaris serupa dengan .

"Kasus menjadi alarm, yang menandakan bahwa di Indonesia kehidupan anak-anak masih belum sepenuhnya terlindungi, masih jauh dari rasa aman," tutup Rustika.

ilustrasi kekerasan seks

Usai Diperkosa, Bocah di Manado Ditusuk Kayu

Bocah 15 tahun ini diperkosa oleh empat pemuda di desanya.

img_title
VIVA.co.id
4 Juni 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut