Sihir Gerhana Matahari Total

Gerhana Matahari Total
Sumber :
  • U-Report

Memukul kentongan untuk mengusir mahluk supranatural atau Batara Kala yang ingin menelan matahari. Kentongan atau lesung dianggap mewakili tubuh Bataka Kala yang terpisah dengan kepalanya setelah dipenggal oleh dewa. Kepala Batara Kala diyakini marah dan akhirnya berusaha terus menelan matahari.

img_title Hasil Pengamatan Gerhana Matahari Total Masih Dianalisis

Sambutan NASA

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika publik Tanah Air masih dibumbui dengan mitos dalam menanggapi munculnya GMT, namun hal itu berbeda bagi peneliti asing dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Peneliti tersebut malah menanti-nanti fenomena tersebut. Peneliti NASA tak sabar ingin mengamati bagian paling bawah dari atmosfer matahari yang disebut korona.

img_title Gerhana Matahari Menanti Indonesia di 2023 dan 2042

Selama ini korona telah menyita perhatian peneliti dan astronomi dunia, bila bicara soal studi matahari. Korona disebutkan memegang kunci atas beberapa misteri matahari, mulai dari akselerasi angin matahari, kelahiran ledakan awan dari material mahahari (corona mass ejection/CME). Selain itu, korona juga akan menjadi kunci untuk menguak misteri panas permukaan matahari secara keselururan.

Nah, untuk mengungkap tersebut pada GMT di Indonesia, peneliti NASA akan menguji instrumen kamera baru. Selama meneliti GMT di Halmahera, Maluku, peneliti NASA akan menguji instrumen baru, yatu berupa kamera khusus.

img_title Lokasi Pengamatan Gerhana Matahari di Ambon Sepi

Instrumen itu akan membantu mengukur cahaya yang terpolarisasi. Peneliti butuh itu untuk mempelajari elektron pada korona matahari.

"Kami akan ke Indonesia memasang eksperimen itu dan kami akan mengamati secara sangat dekat permukaan matahari dan bagaimana kondisi fisik korona matahari,"  ujar ahli antrofisika dari NASA Nat Gopalswamy dikutip dari video yang diunggah di website NASA, Senin, 7 Maret 2016.

Gopalswamy mengatakan dengan instrumen kamera terpolarisadi baru itu, maka peneliti bisa memotong panjangnya waktu pengamatan yang dibutuhkan hingga 50 persen.

"Ini kesempatan luar biasa untuk melihat keindahan alam," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sedangkan peneliti lain yang akan terjun ke Halmahera, Nelson Reginald juga tak sabar untuk melihat GMT. Peneliti Goddard Space Flight Center NASA itu mengatakan, pengamatan korona matahari itu sekaligus akan menguji instrumen baru.

"Kami ingin mencoba mempelajari eksperimen ini agar mengukur sejauh mana kemampuan polarisasi kamera. Sedangkan gambar yang dihasilkan bisa 4 filter warna. Kami juga akan mengukur suhu dan juga kecepatan angin (matahari)" kata dia.

Kacamata khusus Gerhana Matahari.

Nobar Gerhana Matahari Cincin, Planetarium Bagi-bagi Kacamata Khusus

Kacamata khusus ini dilengkapi filter ND5 supaya mata tetap aman.

img_title
VIVA.co.id
26 Desember 2019
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut