Ahok Panggung Partai Numpang Tenar
- Instagram @Basukibtp
Hal itu disampaikan langsung oleh Ahok di Balai Kota Jakarta. Ia mengatakan PAN segera masuk dalam barisan partai politik yang mendukungnya meski ia menempuh jalur independen untuk berlaga di Pemilihan Gubernur DKI tahun 2017.
Ahok, sapaan akrab Basuki, telah bertemu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan untuk membahas sikap partai itu dalam Pilgub DKI 2017. "Beliau juga mau dukung," ujar Ahok.
Ahok mengatakan, PAN akan mendengar aspirasi kader. PAN juga akan meneliti hasil survei terkait popularitas dan elektabilitasnya di mata warga Jakarta.
Selanjutnya... Numpang tenar...
Numpang Tenar
Apa yang terjadi di kehidupan berpolitik elit Jakarta itu memperlihatkan sebuah fenomena baru yang jarang terjadi di republik ini, di mana, baru kali ini partai politik tak bisa lagi menggunakan kekuatannya untuk mengendalikan calon yang akan berlaga.
Guru Besar Universitas Indonesia, Prof DR Maswadi Rauf kepada VIVA.co.id mengatakan, fenomena merapatnya partai politik mendukung seorang calon non partai politik seperti yang terjadi di Jakarta saat ini membuktikan bahwa telah terjadi kegagalan fungsi partai poltik.
"Partai tak lagi memiliki seorang sosok yang bisa diusung, itu disebabkan gagalnya partai menjalankan fungsinya, seharusnya partai tidak mendukung calon yang bukan kadernya," kata Maswadi Rauf.
Dengan kondisi seperti ini, pakar dalam bidang ilmu politik itu memprediksi, pada akhirnya tak hanya Partai Nasdem, Partai Hanura atau pun PAN yang akan memutuskan untuk mendukung Ahok. Partai-partai dengan suara banyak di kursi parlemen Jakarta pun tidak menutup kemungkinan juga akan jatuh ke pelukan Ahok.
"Saat ini partai besar itu masih berdiam diri, melihat dan menghitung, siapa dari calon itu yang paling tepat didukung," ujar mantan Ketua Komisi Penelitian pengurus Pusat Asosiasi Ilmu Politik (AIPI) itu.
Tapi, bukan tidak menutup kemungkinan partai besar akan nekat memajukan calonnya sendiri selain nama-nama yang sudah mencuat, meskipun itu sangat berisiko dengan hasil kegagalan lebih tinggi.
"Sangat berisiko, bisa saja mencalonkan sendiri, tapi saya rasa sudah terlambat, seharusnya mereka sudah memunculkan satu nama kader agar dikenal masyarakat sebelum dimajukan," kata pria kelahiran Teluk Kuantan, Riau itu.