Kematian Prince Mengundang Misteri

Bintang pop era 80an, Prince, semasa hidup.
Sumber :
  • REUTERS/Chris Pizzello

"Sebagai salah satu musisi paling berbakat dan produktif, Prince telah melakukan semuanya. Mulai dari R&B, rock and roll, dan funk. Ia adalah seorang instrumental, pemimpin band yang brilian," ujarnya.

img_title Pernyataan Mengejutkan Adik soal Kematian Mendadak Prince

Mariah Carey juga memiliki pandangan yang sama terhadap sosok pria yang bergaya flamboyan ini. Ia mengungkapkan bahwa Prince adalah sosok jenius, legendaris, dan inspiratif. "Dunia akan merindukanmu. Aku tidak akan pernah mendapatkan lebih dari itu," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Prince memang membuktikan diri bahwa ia adalah seniman sejati. Karya-karyanya berhasil mendapat pengakuan dan sangat melekat dalam benak penggemarnya. Ia dianggap sebagai salah satu musisi yang paling inventif di eranya. Ia mengaku mendapat pengaruh dari James Brown, The Beatles dan Jimi Hendrix. 

img_title Menguak Kematian Mendadak Para Bintang Top Hollywood

Semasa hidup dan sepanjang kariernya, Prince telah menjual lebih dari 100 juta album. Kesuksesan ini membuat penyanyi kelahiran 7 Juni 1958 tercatat sebagai salah satu artis terlaris sepanjang masa.

Prince mengembangkan minatnya di dunia musik pada usia dini. Di usia tujuh tahun, Prince menulis lagu pertamanya. Setelah merekam lagu dengan band milik sepupunya, 94 East, saat di usia remaja, Prince merekam sejumlah lagunya tetapi ditolak. 

img_title Mantan Kekasih Bongkar Masa Lalu Prince soal Narkoba

Kerja keras Prince tak sia-sia. Di tahun 1978, di bawah manajer Owen Husney, ia merilis debut album bertajuk For You. Di album 1979, Prince menerima platinum atas kesuksesan lagu Why You Wanna Treat Me So Bad? dan I Wanna Be Your Lover. 

Setelah itu, ia merekam tiga album berturut-turut, Dirty Mind (1980), Controversy (1981), dan 1999 (1982). Ketiga album ini melanjutkan keberhasilan Prince di industri musik dunia. Di tahun 1984, Prince tampil bersama band The Revolution dan merilis lagu, Purple Rain, yang juga menjadi soundtrack filmnya dengan judul yang sama. Ia juga menulis sejumlah lagu untuk penyanyi lainnya dengan menggunakan nama samaran. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah itu, tahun 1985, Prince merilis album Around the World in a Day dan Parade (1986). The Revolution dibubarkan dan karier Prince terus berlanjut. Ia merilis dobel album Sign o' the Time (1987) sebagai penyanyi solo. 

Setelah itu, di tahun 1991, Prince kembali membentuk band yang diberi nama The New Power Generation. Album terakhirnya bertajuk, HITnRUN Phase Two dirilis secara ekslusif pada layanan streaming pada 11 Desember 2015. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut