Selangkah Lagi Jenderal Tito!
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
"Tidak (penilaian utama), tapi ini cerminan dari Pak Tito beres mengurus anaknya. Kalau ngurus anaknya saja tidak beres, apalagi mengurus institusi Kepolisian yang sangat besar," kata Desmond.
Sedangkan Ketua DPR Ade Komarudin menyatakan bahwa pada prinsipnya lembaganya ingin agar proses pencalonan Tito cepat diselesaikan. Mereka juga sudah menjalin komunikasi dengan lembaga-lembaga lainnya.
"Kemarin saja kita mendengarkan berbagai institusi mengonfirmasi banyak hal tentang Pak Tito. Ini berjalan baik," ujar Ade.
Oleh karena semua menilai Tito baik maka tidak ada alasan untuk memperlambat proses pencalonan Tito sebagai Kapolri. Sehingga setelah kunjungan ke rumah Tito itu, maka proses uji kelayakan akan dilakukan pada Kamis, 23 Juni 2016, kemudian pada 28 Juni dilanjutkan ke paripurna untuk diambil keputusan.
Anggota Komisi III DPR lainnya, Ruhut Sitompul, mengatakan bahwa kunjungan tersebut sengaja dilakukan sebelum memasuki tahap uji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test yang akan digelar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.
"Kami kunjungan kepada calon Kapolri yang baru nanti sebelum besok fit and proper test. Ketemu keluarganya," kata Ruhut saat tiba di rumah dinas Komjen Tito Karnavian, Jalan B Nomor C1, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Juni 2016.
Politikus Demokrat ini juga mengatakan, komisinya mengetahui bagaimana rekam jejak dari Kepala BNPT tersebut. Selain itu, Ruhut melihat Tito mempunyai prestasi yang bagus karena faktor dukungan dari keluarga yang selalu mensupport.
"Rekam jejak beliau kita tahu karena anak istri (selalu mensuport). Dia ini orang baik karena itu kita dukung."
Setelah bertemu dan berdiskusi selama sekitar 2,5 jam, dari pukul 14.00 sampai 16.30 WIB, kunjungan anggota Komisi III DPR di kediaman Tito itu akhirnya selesai. Tito pun memberikan keterangan kepada para wartawan yang setia menunggu.
"Ini merupakan bagian dari fit and proper test. Saya kira tujuan utama dari ini untuk mendalami tentang kehidupan pribadi. Terutama hal-hal yang di luar visi-misi dan tugas pokok Kepolisian khususnya sebagai Kapolri," kata Tito.
Dalam pertemuan tersebut, Tito lebih banyak ditanya soal keluarga dan kehidupan pribadi. Terutama terkait dukungan dan support dari keluarga, seperti Istri dan anak-anak.