Selangkah Lagi Jenderal Tito!
- VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Tak lupa, dia juga mengingatkan anaknya yang tengah menempa pendidikan di Singapura. Dia mengatakan, anak-anaknya tersebut sangat pandai dalam mengatur keuangan, sehingga tidak berlebih-lebihan.
"Mereka terbiasa prediksi berapa uang yang mereka punya. Kalau dikasih lebih, mereka menolak," ungkapnya.
Anggota Komisi III DPR Junimart Girsang mengungkapkan suasana saat para koleganya berbincang dengan Tito. Menurutnya, suasana penuh kekeluargaan.
"Bisa kami tangkap dari pertemuan ini. Ini keluarga yang betul-betul saling mengisi. Keluarga yang betul-betul terjalin komunikasi yang baik antara suami istri dan betul-betul seorang Tito itu seorang yang cinta akademik. Terbukti anak-anaknya sekolah di Singapura semua," kata Junimart.
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu lantas mengungkapkan tahapan yang akan dilakukan Tito usai kunjungan para anggota komisi hukum itu. Uji kelayakan akan langsung dilakukan.
"Besok (hari ini) kami akan lakukan fit and proper test setalah itu kami biasa langsung melakukan pleno. Besok (malam) langsung pleno, apakah kami akan meloloskan beliau sebagai kapolri atau tidak," kata Junimart.
Hasilnya akan mereka serahkan kepada pimpinan DPR untuk diparipurnakan. Junimart memprediksi, hari Selasa minggu depan kemungkinan sudah paripurna.
"Saya kira nggak ada masalah. Beliau inikan sudah teruji. Kalau paripurna disahkan ya berarti selesai," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman, mengaku tengah menyiapkan pertanyaan bagi calon Kapolri, Tito Karnavian dalam proses uji kelayakan. Pertanyaan tersebut di antaranya mengacu pada hasil survei kepolisian yang dianggap masih buruk oleh masyarakat.
"Dalam survei menunjukkan bahwa kepercayaan publik untuk lembaga ini belum pulih," kata Benny di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 22 Juni 2016.
Buruknya kepercayaan masyarakat tersebut mengacu pada perilaku, tindakan, pelayanan kepolisian baik secara individu keanggotaan maupun lembaga Polri sendiri.
"Dengan kondisi ini, reformasi internal itu perlu. Ini untuk merespons tuntutan masyarakat," ujarnya.
Politikus Partai Demokrat itu mengakui reformasi di internal Polri memang berjalan, namun lambat. Percepatan itu menjadi tugas Tito sebagai kapolri nantinya.
"Kita mau tahu apa konkret dan fokusnya, apa ukurannya. Karena institusi kepolisian tentu banyak yang dilakukan, banyak kemajuan, tapi banyak yang perlu dibenahi," ujarnya.