Bom Solo Bagian dari Serangan Global ISIS
- ANTARA/Maulana Surya
VIVA.co.id – Sehari sebelum Idul Fitri pada tahun 2016, bom kembali meledak di Indonesia. Kali ini terjadi di halaman Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta, Solo, Jawa Tengah. Dalam ledakan yang terjadi sekitar pukul 07.25 WIB tersebut, satu-satunya yang meregang nyawa yaitu pelaku bom bunuh diri yang diketahui bernama Nur Rohman.
Meski tak ada korban tewas lainnya, namun ledakan ini menyebabkan salah seorang petugas polisi terluka cukup parah. Anggota Provost Brigadir Kepala Bambang Adi terluka di bagian mata dan badannya menderita luka bakar.
Kejadian teror tersebut membuat Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti langsung terbang menuju Solo. Petangnya, dia secara resmi mengungkap identitas pelaku, Nur Rohman yang diketahui salah satu teroris buronan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.
“Pelaku masuk dalam kelompok radikal Abu Mushab di Bekasi,” kata Badrodin Haiti di Kantor Polresta Surakarta, Jawa Tengah, Selasa petang, 5 Juli 2016.
Tubuh Nur Rohman ditemukan mengenaskan hancur akibat ledakan yang dilakukannya sendiri. Pria warga Surakarta tersebut melalui kartu tanda penduduk (KTP) yang dikantunginya masih tergolong muda. Lahir pada tahun 1985, dia beralamat di Sangkrah, Pasar Kliwon, Surakarta. Di kartu identitas si pengantar maut, tertulis status kawin dan pekerjaannya sebagai karyawan swasta.
Hitungan jam, informasi mengenai Nur Rohman mulai bermunculan. Disebutkan bahwa pria tersebut bahkan pernah menjadi Ketua RT di daerah tempat tinggalnya hingga mengundurkan diri pada tahun lalu. Sehari-hari dia juga sempat berjualan bakso.
Setelah diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI), Polri secara firm menyebut bahwa Nur Rohman bukan orang baru dalam jejaring terorisme. Nama Nur Rohman bahkan lalu dikaitkan dengan Arif Hidayatullah atau Abu Mushab, teroris yang ditangkap akhir tahun lalu dan disebut masih terkait dengan Bahrun Naim, otak pengeboman di Kawasan Thamrin Jakarta, awal Januari tahun 2016.
Menurut keterangan Kepolisian, Nur Rohman ternyata salah satu pelaku teror yang berhasil kabur dari kejaran Densus tatkala satu per satu jaringan Arif Hidayatullah dilumpuhkan.
“Nur Rohman berhasil lolos dalam penggerebekan tersebut,” kata Badrodin sebagaimana dikutip dari VIVA.co.id, Selasa 5 Juli 2016.