Bom Solo Bagian dari Serangan Global ISIS
- ANTARA/Maulana Surya
Penggerebekan yang dimaksudkan Badrodin adalah salah satu penggerebekan teroris yang terjadi di Bekasi pada Desember 2015. Saat itu, polisi meringkus Arif Hidayatullah alias Abu Mushab. Arif Hidayatullah diciduk di rumah kontrakannya di perumahan Taman Harapan Baru, Bekasi. Pada saat itu, Densus 88 menyita hingga berkardus-kardus barang bukti termasuk setumpuk bendera organisasi teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Tak hanya Arif, ditangkap pula warga Uighur yang disebut polisi adalah bawaan Arif bernama Alli. Ditangkap di lokasi berbeda, Alli ditengarai bakal dijadikan “pengantin” atau pembawa bom bunuh diri hingga akhirnya ditangkap di Kampung Dukuh, Bekasi.
Arif Hidayatullah diketahui berafiliasi dengan ISIS karena disebut mendapat kucuran dana dari Suriah untuk melangsungkan aksi-aksi teror di Indonesia. Sementara Bahrun Naim yang juga jejaring Arif dan disebut terkoneksi dengan jaringan teroris Santoso alias Abu Wardah di Poso, Sulawesi Tengah, kini masih menjadi buron dan diduga masih berada di Suriah.
Merujuk pada hal tersebut, Kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menilai bahwa aksi teror yang terjadi di Surakarta adalah bagian dari rantai serangan yang direncanakan oleh jejaring di ISIS.
“Bisa jadi pelaku melakukan aksinya atas seruan terbuka dari tokoh ISIS,” kata Badrodin soal motif penyerangan yang dilakukan Nur Rohman di kantor polisi itu.
Serangan Global Terorganisir
Kelompok Islam radikal di Suriah (ISIS) rupanya memang sudah mendeklarasikan perang terhadap Indonesia dan Malaysia. Pernyataan ini disampaikan lewat sebuah video yang diluncurkan bersamaan serangan global di sejumlah wilayah beberapa waktu ini.
Dilansir dalam Strait Times, Selasa 5 Juli 2016, ada sebuah video beredar secara daring (online) yang menampilkan sejumlah pemuda dan anak-anak yang terlihat diawasi oleh seorang pria dengan senjata api jenis AK-47.
Dalam video itu, pemuda yang memegang senjata menyinggung Malaysia dan Indonesia. "Kami bukan lagi warga negara anda dan kami telah membebaskan diri," ujar pria tersebut sembari menampilkan gambar seorang peria berjanggut yang sedang memegang paspor Malaysia.
"Dengan izin-Nya dan bantuan-Nya, kami akan datang kepada anda dengan kekuatan militer yang tak tertandingi," katanya.