Target APBN 2017 Lebih Rendah daripada 2016

Penyampaian Pidato Kenegaraan Presiden Jokowi
Sumber :
  • VIVA.co.id/M Ali Wafa

Sementara itu, untuk rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) tiga bulan pada 2017, pemerintah mengajukan asumsi sebesar 5,3 persen. 

img_title Buka Beasiswa LPDP 2022, Menkeu Minta Pengelola Dana Abadi Transparan

Defisit anggaran 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun defisit anggaran pemerintah dalam RAPBN 2017 diajukan sebesar Rp332,8 triliun, atau 2,41 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut naik dari APBN-P 2016, yang di patok Rp296,7 triliun, atau 2,35 persen terhadap PDB. 

img_title Sri Mulyani: Subsidi Jadi Belanja APBN Terbesar pada Januari 2022

Presiden juga mengungkapkan, kebijakan pembiayaan pada tahun depan akan diarahkan untuk mengembangkan industri kreatif dalam negeri. Selain itu, pengembangan Usaha kecil dan Menengah (UKM) dan usaha mikro, menjadi salah satu prioritas pembiayaan utang tersebut.  

"Sehingga, dapat meningkatkan akses pembiayaan pembangunan, investasi secara luas, mendukung peningkatan akses pendidikan, dan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya. 

img_title Jokowi Bahas Tiga Isu Utama APBN 2023 di Sidang Kabinet Paripurna

Pemerintah, menurut Jokowi, juga akan menyempurnakan kualitas perencanaan investasi pemerintah. Sehingga, rasio utang terhadap PDB, realisasinya masih dalam batas aman dan terkendali. 

Oleh karena itulah pemerintah tetap berpedoman pada tiga kebijakan utama dalam mengentaskan kemiskinan, kurangi ketimpangan, serta penciptaan lapangan kerja.

Untuk itu, dalam RAPBN 2017, pedoman pertama, yang tetap dikerjakan pemerintah adalah kebijakan perpajakan harus dapat mendukung ruang gerak perekonomian. Sebab, selain sebagai sumber penerimaan, pajak diharapkan dapat  memberikan insentif untuk stimulus perekonomian.

Pedoman kedua, tentunya adalah kebijakan belanja pemerintah yang harus ditekankan pada peningkatan kualitas belanja produktif dan prioritas. Seperti difokuskan dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, subsidi yang lebih tepat sasaran, dan penguatan desentralisasi fiskal.

"APBN ke depan juga perlu realistis, mampu menopang kegiatan prioritas, kredibel, berdaya tahan, dan berkelanjutan baik dalam jangka pendek maupun jangka menengah," ujarnya. 

Sementara itu, untuk pedoman ketiga, terkait kebijakan pembiayaan dalam RAPBN 2017, harus bertujuan untuk memperkuat daya tahan dan pengendalian risiko dengan menjaga defisit tidak melawati aturan dan rasio utang yang tidak membengkak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah strategis 

Menurut Jokowi, alokasi anggaran memang lebih diprioritaskan pada upaya pengentasan kemiskinan, pengurangan ketimpangan dan penciptaan lapangan kerja.
 
Sejalan dengan hal itulah, sambung Presiden, perlu dilakukan penghematan terhadap belanja operasional dan belanja barang. Adapun enam langkah strategis yang akan dilakukan adalah sebagai berikut: 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut