Target APBN 2017 Lebih Rendah daripada 2016
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
Pertama, meningkatkan belanja produktif untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah. Pembangunan infrastruktur diperlukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan dan terwujudnya kedaulatan pangan.Â
"Pemerintah akan meningkatkan belanja untuk pembangunan tol laut dan pelayaran rakyat, pembangunan sarana dan prasarana ketenagalistrikan, perumahan, sanitasi dan air bersih, pembangunan jalan baru dan jalan tol, serta pembangunan dan pengembangan transportasi perkeretaapian, serta penciptaan sawah baru," tutur Presiden.
Kedua, meningkatkan efisiensi dan penajaman belanja barang untuk meningkatkan ruang fiskal. Ketiga, meningkatkan  kualitas dan efektivitas program perlindungan sosial antara lain perluasan sasaran program keluarga harapan, perbaikan mutu layanan kesehatan dan keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Nasional, serta perbaikan program
beras untuk Keluarga Sejahtera.Â
"Selain itu, dilakukan penyempurnaan bantuan biaya pendidikan, dengan memperbaiki sistem penyaluran dan akurasi data penerima," kata Jokowi.
Keempat, memperkuat pelaksanaan program prioritas di bidang pendidikan, kesehatan, kedaulatan pangan dan energi, kemaritiman dan kelautan, serta pariwisata dan industri.
Kelima, penyaluran subsidi yang lebih tepat sasaran dan program bantuan sosial non-tunai. Efektivitas penyaluran subsidi dilakukan melalui perbaikan basis data yang transparan dan penataan ulang sistem penyaluran subsidi yang lebih akuntabel.
"Pemerintah akan terus melakukan verifikasi identitas penerima, menambah kelengkapan data, dan memperbaiki alamat. Semua upaya ini untuk memastikan subsidi dan bantuan sosial non-tunai yang diberikan betul-betul sampai kepada rakyat yang  membutuhkan," tutur Presiden.
Dan, keenam, mendukung penegakan hukum dan upaya menjaga stabilitas pertahanan dan keamanan. Dalam penegakan hukum, menurut Jokowi, pemerintah akan fokus pada pemberantasan peredaran narkoba, pemberantasan korupsi, serta upaya melawan terorisme.Â
Pasar menguatÂ
Pasca Presiden Joko Widodo mengumumkan sejumlah asumsi RAPBN dalam nota keuangan, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 51,28 poin, atau 0,96 persen ke posisi 5.371,85.
Sepanjang perdagangan hari ini (kemarin), IHSG bergerak pada kisaran 5.338,64 - 5.377,42, setelah dibuka naik 0,40Â persen, atau 21,37 poin ke level 5.341,93 pada pagi hari ini.
Sementara itu, di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah menguat 5,0 poin (0,04 persen) ke level Rp13.085 per dolar Amerika Serikat (AS), setelah bergerak di kisaran Rp13.062-Rp13.106 per dolar AS.