Ada Apa dengan Gojek?
- Twitter/@ResJaksel
Para pengemudi meminta manajemen bisa lebih adil dalam memberikan peraturan. Sebab di kota lain sistem performa sudah dihapuskan, tetapi di Jakarta, sistem tersebut masih dijalankan. Dia menuding dari hal ini, manajemen telah berlaku tidak adil.
Respons Gojek
Menanggapi aksi demo besar-besaran pengemudi, manajemen mengimbau aksi dilakukan secara damai dan niat baik. Manajemen Gojek tidak menyinggung langsung tuntutan sistem performa.
Gojek menegaskan, setiap keputusan yang mereka ambil memperhatikan tiga hal, yaitu kesejahteraan mitra, kepuasan pelanggan, dan keberlanjutan bisnis.
“Tiga hal ini berdiri sama pentingnya, saling berkaitan, dan tidak bisa terlepas dari satu sama lain. Setiap kebijakan yang kami buat pun, selalu memperhatikan ketiga unsur tersebut,” kata manajemen Gojek.
Gojek mengatakan, terkait sistem penyelesaian order, hal itu dilakukan demi menjaga kepuasan pelanggan. Sebab, bagi Gojek, kepuasan pelanggan menyangkut keberlanjutan bisnis, dan jika bisnis terus berjalan, ujungnya adalah kesejahteraan si pengemudi.
Gojek mengakui, memang banyak keluhan yang masuk mengenai penyelesaian order dari pelanggan. Karena itu, Gojek mengajak pengemudi untuk sama-sama menyelesaikan dengan baik, demi kepuasan pelanggan.
“Kami percaya, kepuasan pelanggan adalah kunci utama meningkatkan pendapatan mitra driver,” kata Gojek.
Gojek mengatakan, sejak pertama kali layanan transportasi berbasis daring (online) ini meluncur, misi utama untuk meningkatkan kesejahteraan mitra dan hal tersebut jadi komitmen Gojek.
“Kami menyadari penuh bahwa mitra memegang peranan penting dalam memberikan pelayanan pada pelanggan. Kami terus meningkatkan komunikasi dengan mitra untuk pemahaman yang lebih baik terkait kebijakan baru ini,” tegas Gojek.
Bos Gojek
Demo besar-besaran pada hari ini memang belum membuahkan hasil. Sebab tuntutan mereka masih didengar dan dibahas manajemen. Massa pengemudi juga tidak berhasil menemui pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Gojek Indonesia, Nadiem Makarim.
Bos Gojek itu tidak ada di tempat. Pengemudi pun kecewa dan dijanjikan bakal bertemu langsung dengan bos Gojek itu Selasa, 4 Oktober 2016.
Informasi itu disampaikan Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat. Nadiem dijadwalkan Selasa pagi bakal menemui pengemudi.